DSpace Repository

ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK PADA KINERJA OPERATOR WELDING WATER TANK DENGAN METODE NASATLX DAN CVL DI PT SANGGAR SARANA BAJA

Show simple item record

dc.contributor.author Tricahayana Putri, Berlian
dc.contributor.author Theresia, Linda
dc.date.accessioned 2025-12-15T03:13:51Z
dc.date.available 2025-12-15T03:13:51Z
dc.date.issued 2024-08
dc.identifier.uri http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3094
dc.description Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Linda Theresia, M.T., IPU., ASEAN_Eng en_US
dc.description.abstract PT Sanggar Sarana Baja merupakan perusahaan yang bergerak di bidang proses design, manufaktur, fabrikasi, instalasi, service, dan pembaruan serta rekondisi produk peralatan berat dan suku cadang bagi industri pertambangan, minyak, gas, dan industri umum lainnya yang didirikan oleh Trakindo di Jakarta pada tahun 1977. Pada produksi water tank stasiun kerja welding 4 dari 8 operator mengalami gejala kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental dan fisik terhadap kinerja operator welding dalam produksi water tank di PT Sanggar Sarana Baja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah NASA-TLX dan CVL (Cardiovascular Load) untuk mengukur beban kerja mental dan fisik. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung kepada 8 (delapan) operator welding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator welding mengalami beban kerja mental yang tinggi, terutama pada aspek Mental Demand (MD) dan Physical Demand (PD) pada kedua shift, hal ini disebabkan oleh tuntutan target waktu, kondisi operator dan kondisi lingkungan kerja yang tidak nyaman. Rata-rata beban kerja mental (WWL) pada shift 1 adalah 59,25, sementara pada shift 2 adalah 71,25. Beban kerja fisik tertinggi pada shift 1 adalah 38,67% dan pada shift 2 adalah 48,10%, dengan nilai terendah masingmasing 26,64% dan 30,23%. Analisis Uji T menunjukkan perbedaan signifikan dibawah 0,05 antara beban kerja mental dan fisik pada shift 1 dan shift 2, dengan beban kerja yang lebih tinggi pada shift 2. Beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan pekerja, penting untuk melakukan evaluasi guna menjaga kesehatan, keselamatan, dan produktivitas operator welding dengan memberikan fasilitas pendukung yang cukup. en_US
dc.publisher Institut Teknologi Indonesia en_US
dc.subject Beban Kerja Mental en_US
dc.subject Beban Kerja Fisik en_US
dc.subject Cardiovascular Load (CVL) en_US
dc.subject NASA-TLX en_US
dc.subject Weight Work Load (WWL) en_US
dc.subject Welding en_US
dc.title ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK PADA KINERJA OPERATOR WELDING WATER TANK DENGAN METODE NASATLX DAN CVL DI PT SANGGAR SARANA BAJA en_US
dc.identifier.nim NIM1132000016


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account