Abstract:
PT Sanggar Sarana Baja merupakan perusahaan yang bergerak di bidang proses design, manufaktur,
fabrikasi, instalasi, service, dan pembaruan serta rekondisi produk peralatan berat dan suku cadang bagi
industri pertambangan, minyak, gas, dan industri umum lainnya yang didirikan oleh Trakindo di Jakarta
pada tahun 1977. Pada produksi water tank stasiun kerja welding 4 dari 8 operator mengalami gejala
kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental dan fisik terhadap
kinerja operator welding dalam produksi water tank di PT Sanggar Sarana Baja. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah NASA-TLX dan CVL (Cardiovascular Load) untuk mengukur beban kerja
mental dan fisik. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung kepada 8 (delapan) operator
welding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator welding mengalami beban kerja mental yang tinggi,
terutama pada aspek Mental Demand (MD) dan Physical Demand (PD) pada kedua shift, hal ini disebabkan
oleh tuntutan target waktu, kondisi operator dan kondisi lingkungan kerja yang tidak nyaman. Rata-rata
beban kerja mental (WWL) pada shift 1 adalah 59,25, sementara pada shift 2 adalah 71,25. Beban kerja
fisik tertinggi pada shift 1 adalah 38,67% dan pada shift 2 adalah 48,10%, dengan nilai terendah masingmasing 26,64% dan 30,23%. Analisis Uji T menunjukkan perbedaan signifikan dibawah 0,05 antara beban
kerja mental dan fisik pada shift 1 dan shift 2, dengan beban kerja yang lebih tinggi pada shift 2. Beban
kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan pekerja, penting untuk melakukan evaluasi
guna menjaga kesehatan, keselamatan, dan produktivitas operator welding dengan memberikan fasilitas
pendukung yang cukup.
Description:
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Linda Theresia, M.T., IPU., ASEAN_Eng