Abstract:
Indonesia merupakan salah satu negara yang saat ini sedang giat melakukan
pembangunan di segala bidang diantaranya manufaktur bahan kimia. Industri kimia yang
memiliki prospek menjanjikan untuk didirikan diantaranya produksi “Etilen”. Etilen
merupakan senyawa hidrokarbon alkena paling sederhana dengan memiliki rumus kimia C2H4
dan berat molekul 28.0536 gram/mol. Etilen biasanya diperoleh dari hasil gas bumi dan natural
gas, dimana etilen ini merupakan salah satu produk olefin yang paling terkenal karena sebagian
besar produksinya digunakan pada industri petrokimia sebagai bahan baku intermediate
diantaranya seperti Ethylene Glikol (EG), Ethyl Benzene (EB), Ethylene Dichlorida (EDC),
Ethyl alkohol, Vinil Asetat dan lain sebagainya.
Ada beberapa cara dalam teknologi proses produksi etilen diantaranya dehidrasi etanol,
cracking hidrokarbon dan oxidative coupling of methane (OCM). Namun di Indonesia yaitu PT
Chandra Asri Pacific Tbk menggunakan cracking hidrokarbon, oleh karena itu kami memilih
teknologi proses produksi etilen secara dehidrasi etanol. Pabrik yang akan kami didirikan
nantinya dimulai tahun 2023 , dimana tahun konstruksi 2025 dan komersial tahun 2027. Oleh
karena itu peluang pasar yang didapatkan dengan menggunakan metode proyeksi tool Forecast
Sheet sebesar 2.935 ton/tahun, dikarenakan belum mencukupi TKDN dalam negeri
digunakanlah kapasitas ekonomis pabrik yang telah berdiri dengan ketersediaan bahan baku
etanol yang nantinya disupply di daerah Lampung. Oleh karena itu, kapasitas pabrik yang akan
didirikan sebesar 85.000 ton/tahun di kawasan industri Cilegon (titik ordinat 5°59'25.7"S
105°59'28.1"E) dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama dan sekunder.Teknologi proses etilen dari dehidrasi etanol mengacu ke Patent US 009663414B2
(2017), dimana sehingga didapatkan peluang selektivitas produk sampai 99%. Proses
pembentukan etilen dari bahan dasar etanol ini menggunakan reaksi dehidrasi etanol dengan
bantuan katalis ZSM-5 pada suhu 470oC dan tekanan 6 atm dalam reaktor fixed bed multitube.
Berikut reaksi yang terjadi; C2H5OH(g) (katalis) → C2H4(g) + H20(l). Dimana dari proses
pabrik tersebut dibutuhkan data utilitas diantaranya steam sebesar 38.875 kg/jam, media
pendingin 212.971 kg/jam, air 933 kg/jam, listrik 7.271 kW/jam, bahan bakar 211.344 kg/hari.
Manajemen perusahaan kami nantinya berupa perseroan terbatas (PT) dengan
berdasarkan RUPS dan dipimpin oleh seorang direksi yang membawahi 146 orang karyawan.
Pabrik nantinya beroperasi selama 330 hari per tahun dalam 24 jam secara kontinyu. Dari hasil
analisis ekonomi yang telah dilakukan, diperoleh sebagai berikut:
1 Proses pembangunan dan instalasi pabrik dilakukan dalam 1 tahun.
Total Modal = Rp. 11.966.367.511.573
Modal Sendiri (94,7%) = Rp. 11.331.367.511.573
Pinjaman Bank (5,3%) = Rp. 635.000.000.000
2 Suku bunga per tahun = 7.95%
3 Jangka waktu pinjaman = 5 Tahun
4 Break Even Point (BEP) tahun pertama = 65,43 %
5 Internal rate of Return (IRR) = 61,32 %
6 Minimum Payback Period (MPP) = 2 Tahun 6 Bulan
Berdasrkan hasil analisa ekonomi diatas dapat disimpulkan bahwasanya prarancangan
pabrik etilen dari dehidrasi etanol dengan kapasitas 85.000 ton/tahun dinyatakan layak didirikan
(feasible).