Abstract:
Industri manufaktur saat ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan
pasar yang terus berubah, khususnya dalam aspek efisiensi distribusi dan pengendalian
biaya operasional. PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang mengalami
permasalahan ketidakefisienan dalam pemilihan moda transportasi untuk distribusi
barang. Sebagai contoh, pada pengiriman bulan Maret 2025, pemilihan moda yang tidak
optimal menyebabkan biaya operasional mencapai Rp. 447.000. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pola penggunaan moda transportasi dan faktor penyebab
ketidakefisienan dalam sistem distribusi di PT. XYZ, membangun metode optimasi
Linear Programming untuk menentukan moda transportasi yang paling efisien, mengukur
penghematan biaya operasional yang dapat dicapai melalui optimasi jumlah moda
transportasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang diperoleh dari
biaya pengiriman operasional, data historis pengiriman, kapasitas dan spesifikasi moda.
Model Linear Programming dengan pendekatan TOCM-SUM Approach mengidentifikasi
parameter kunci seperti biaya, kapasitas, dan permintaan sebelum pembentukan tabel
transportasi, perhitungan (ROCM dan COCM), pembentukan (TOCM), serta iterasi
alokasi solusi hingga diperoleh biaya minimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
optimasi pemilihan moda transportasi mampu menurunkan biaya secara signifikan.
Penghematan biaya berhasil dicapai sebesar 52% di bulan Februari, 48% di bulan Maret,
dan 49% di bulan April. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode
Linear Programming dengan pendekatan TOCM-SUM Approach dalam pemilihan moda
transportasi mampu memberikan efisiensi biaya yang nyata dan mendukung kelancaran
distribusi PT. XYZ.
Description:
Dosen Pembimbing: Silvia Merdikawati, ST., MT., MBA., Ph.D