Abstract:
PT. Indonesia Stanley Electric merupakan perusahaan manufaktur di bidang pencahayaan
otomotif yang menghadapi hambatan dalam proses produksi, sehingga berdampak pada
tidak tercapainya target produksi dan keterlambatan pengiriman. Penelitian ini bertujuan
untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja Supply Chain Management (SCM) guna
mengidentifikasi faktor penghambat sekaligus merumuskan strategi peningkatan efisiensi
rantai pasok. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR)
dengan lima proses inti, yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Selanjutnya, metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas indikator
kinerja, sedangkan penilaian dilakukan menggunakan normalisasi Snorm de Boer.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 indikator utama dengan atribut prioritas yang
berfokus pada reliability dan responsiveness. Nilai kinerja SCM berada pada kategori sangat
baik dengan skor berturut-turut pada Januari, Februari, dan Maret 2025 sebesar 468,09;
466,72; dan 458,61. Meskipun demikian, ditemukan dua indikator yang memerlukan
perbaikan, yaitu Number of Trouble Machines dan Return Rate from Customer. Temuan ini
menegaskan bahwa peningkatan pada kedua indikator tersebut berpotensi memperkuat
kinerja SCM secara keseluruhan dan mendukung pencapaian target produksi serta ketepatan
waktu pengiriman.
Description:
Dosen Pembimbing: Silvia Merdikawati, ST., MT., M.B.A., Ph.D