Abstract:
Industri manufaktur menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi kualitas produk
sambil meminimalkan tingkat kerusakan (Non-Good/NG) selama proses produksi. PT. Jinwoo
Engineering Indonesia, sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi lembaran ABS (ABS
Sheet), menghadapi masalah serupa. Proses produksi dimulai dengan pengolahan resin atau biji
plastik menggunakan mesin extruder untuk menghasilkan lembaran ABS. Berdasarkan observasi
langsung, wawancara, dan analisis data internal perusahaan, ditemukan bahwa persentase cacat
produk pada mesin extruder melebihi batas toleransi yang ditetapkan perusahaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat produksi dan memberikan rekomendasi
solusi untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Peneliti
mengidentifikasi delapan jenis cacat (defect) utama yang terjadi di PT. Jinwoo Engineering
Indonesia, yaitu kotor, less size, mata ikan, bintik, belang, kusam, scratch, dan Over Size.
Berdasarkan analisis menggunakan diagram fishbone, penyebab utama dari beberapa jenis cacat
ini mencakup faktor manusia, mesin, material, dan metode. Beberapa faktor kunci meliputi
kurangnya pelatihan operator, suhu mesin yang tidak stabil, bahan baku yang terkontaminasi,
serta ketiadaan SOP yang jelas, seperti SOP pergantian filter screen. Implementasi langkah
perbaikan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Nilai DPMO menurun dari 5.003 menjadi
3.710, yang berarti jumlah cacat berkurang hampir setengahnya. Selain itu, peningkatan nilai
Sigma dari 2.455 menjadi 4.318 mencerminkan efisiensi dan pengendalian kualitas yang jauh
lebih baik. Rekomendasi perbaikan yang diajukan, seperti pemeriksaan mesin harian
menggunakan checksheet, penambahan alat ukur yang dikalibrasi secara berkala, serta penerapan
SOP pergantian filter screen, menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya cacat dan
meningkatkan kualitas produk.
Description:
Dosen Pembimbing: Silvia Merdikawati, S.T., M.T., MBA, Ph.D