| dc.description.abstract |
Urban sprawl merupakan sebuah fenomena pemekaran kota yang ditandai dengan
pertumbuhan luasan kota secara fisik dengan pola yang cenderung menyebar secara tidak
terkendali. Kecamatan Pakuhaji merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten
Tangerang bagian utara yang memiliki gejala urban sprawl. Gejala urban sprawl di
Kecamatan Pakuhaji dipengaruhi oleh perkembangan kawasan terbangun yang pesat.
Perkembangan tersebut memunculkan gejala urban sprawl yaitu penurunan densitas
penduduk di kawasan terbangun dan ketidaksesuaian antara kondisi lahan eksisting
dengan rencana tata ruang yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
karakteristik dan tipologi fenomena urban sprawl yang terjadi di Kecamatan Pakuhaji,
Kabupaten Tangerang. Metode pendekatan yang digunakan ialah menggunakan metode
kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis berupa skoring yang kemudian akan dilihat
pola persebarannya pada peta. Variabel penelitian yang digunakan ialah kepadatan
penduduk, kepadatan bangunan, jarak ke pusat kota, dan pembangunan dalam jangkauan
jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 desa yaitu Desa Buaran
Bambu, Desa Kohod, Desa Kramat, dan Desa Laksana dengan karakteristik urban sprawl
tinggi yang dicirikan oleh rendahnya kepadatan penduduk dan bangunan, jarak yang
relatif jauh dari pusat kota, dan pembangunan yang tersebar di luar jangkauan jaringan
jalan utama. Selanjutnya, Tipologi urban sprawl yang terbentuk terbagi menjadi tiga
kategori: tipologi urban sprawl rendah 7 desa yaitu Desa Bonisari, Desa Buaran Mangga,
Desa Pakualam, Desa Rawaboni, Desa Gaga, Desa Sukawali, dan Kelurahan Pakuhaji;
tipologi urban sprawl sedang 3 desa yaitu Desa Kiarapayung, Desa Kalibaru, dan Desa
Surya Bahari; serta tipologi urban sprawl tinggi 4 desa yaitu Desa Buaran Bambu, Desa
Kohod, Desa Kramat, dan Desa Laksana. Penanganan urban sprawl di Kecamatan
Pakuhaji difokuskan pada pengendalian pembangunan di kawasan pinggiran, densifikasi
melalui konsep kota kompak dan smart growth, insentif pembangunan vertikal, serta
pengembangan transportasi publik. Desa dengan tipologi Urban sprawl tinggi menjadi
prioritas pengawasan lahan melalui rencana tata ruang yang lebih akurat dan pembatasan
pembangunan pada wilayah berpola leapfrog. |
en_US |