Abstract:
Program Pengembangan Lembaga Inkubator Ekonomi (INKUBE) telah memfasilitasi dan
meningkatkan/memperluas layanan pendampingan wirausaha mandiri dalam kegiatan
inkubasi wirausaha. Pengembangan kelembagaan yang dilaksanakan adalah melakukan
penguatan kelembagaan melalui layanan inkubator bisnis (layanan Inkubator berupa
pendampingan dan konsultasi bisnis, konsultasi pengembangan produk, konsultasi
keuangan dan investasi, konsultasi pemasaran, pengurusan legalitas, pembuatan
website, pelatihan/workshop, Boothcamp, mentoring dan pitching), pameran serta
demoday. Tenant yang diinkubasi adalah tenant di wilayah Banten khususnya Kabupaten
Tangerang. Jumlah tenant terdaftar di PI2B (sebagai co-inkubator inkube) berasal dari
UKM Kabupaten Tangerang sebanyak 20 UKM/UMKM sebagian besar bidang usahanya
adalah pangan, material maju dan industri kreatif. Sebagian besar telah memiliki pasar
lokal, untuk bisa naik kelas diperlukan pendampingan, coaching dan mentoring oleh
inkubator serta mempertemukan dengan angel investor untuk perluasan pasar. Dari 20
tenan tersebut 2 tenan yaitu UKM MAGGOYA dan MAGGONE menjadi fokus unggulan
daerah Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Sepatan Timur. Kelompok mitra produksi
magot di dua desa ini dilibatkan sebagai mitra PM-UPUD ITI dan BAPEDA Tangerang
karena fokus pemberdayaan usaha tersebut berkelanjutan dan membantu pemerintah
dalam mengurangi sampah kota Tangerang. Program yang ditawarkan tim pengabdi ITI
dan Bapeda adalah membantu menyelesaikan permasalahan mitra dalam pengembangan
produk dan perluasan pasar dengan melakukan pendampingan, coaching dan mentoring
serta workshop perluasan usaha dan pasar dengan mengundang narasumber, market
strategik atau industri untuk dapat mempersiapkan ke dua UKM meningkatkan usahanya
menjadi produk unggulan ekspor. Tahun 1 kegiatan dimulai dengan sosialisasi program
dan sinkronisasi jadual kegiatan dengan kedua mitra di dua kecamatan. Sebelumnya
dilakukan survey untuk mengetahui urgensi pendampingan dan pelatihan yang
dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk dan usaha maggot. Selanjutnya
penerapan teknologi Reaktor Magot, mesin rotary drier dan mesin pencacah sampah
dengan didampingi oleh mahasiswa magang. Produk hasil diversifikasi berupa tepung
pelet telah dipasarkan untuk pakan unggas, tetapi untuk minyak magot masih belum
efisien, rendemennya sangat rendah. Selain pendampingan produksi dilakukan juga
untuk pembenahan managemen administrasi dan keuangan. Tahun 2. ditingkatkan
difersivikasi produk untuk mitra 1. berupa minyak dengan bahan baku tambahan dari
sampah lemak pemotongan hewan dan menghasilkan revenue yang meningkat sebesar
20%. sedangkan mitra 2. yang sebelumnya telah mengalami kenaikan revenue 10%,
tetapi akhir 2024 workshop magot mengalami kerusakan karena terkena puting beliung.
Sehingga produksi berhenti di awal tahun 2025. untuk membangkitkan kembali kondisi
mitra 2, maka tim pengabdi mengarahkan untuk bekerjasama dengan Magota+ untuk
membantu pemasaran magot kering dalam kemasan. Dalam meningkatkan produksi
Magota+ diberikan bantuan alat sangrai magot, alat penepung dan alat press minyak.
Luaran yang dicapai pada tahun 1. rekognisi 3/6 mahasiswa disemester ganjil 24/25 dan
3/6 mahasiswa di semester genap 24/25, poster draft, video upload di youtube ITI,
artikel ilmiah di Sinta 2, 3 artikel telah di Published di media online, dan peningkatan
diversifikasi produk, untuk minyak magot dan peningkatan kualitas produk MagOne
memenuhi spesifikasi pasar. Sedangkan Magoya produk magot dijual curah untuk pakan
ikan di tambak lele dan mujair di Kecamatan Jayanti.