Abstract:
Pemilihan moda transportasi untuk perjalanan ke sekolah dipengaruhi oleh
berbagai faktor sosial ekonomi dan aksesibilitas. Penelitian ini mengkaji karakteristik
pemilihan moda transportasi pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Gunung Sindur,
Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan data kuesioner
dari 15 responden yang berasal dari SDN Gunung Sindur 01, SDN Gunung Sindur 02,
dan SDN Flamboyan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sepeda motor mendominasi
sebagai moda utama perjalanan (65,6%), baik sebagai penumpang maupun dikendarai
sendiri oleh siswa, diikuti oleh berjalan kaki (17,2%) dan sepeda (10,6%). Sebagian besar
siswa menempuh jarak kurang dari 3 km ke sekolah (72,8%), sedangkan sisanya
menempuh jarak 3–5 km (19,2%) atau lebih dari 5 km (8%). Kepemilikan kendaraan
pribadi tergolong tinggi, dengan 82,1% rumah tangga memiliki sepeda motor dan 45,7%
memiliki sepeda. Faktor utama yang memengaruhi pemilihan sekolah meliputi kedekatan
lokasi dengan rumah (32,5%), biaya sekolah yang terjangkau (10,6%), dan akses jalan
yang mudah (9,3%), baik secara tunggal maupun kombinasi. Temuan ini menunjukkan
bahwa jarak tempuh yang pendek, tingginya kepemilikan sepeda motor, serta faktor
ekonomi berperan besar dalam membentuk pola perjalanan siswa sekolah dasar di
wilayah ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan untuk
meningkatkan aksesibilitas sekolah dan mendorong perilaku perjalanan yang
berkelanjutan.
Description:
Dosen Pembimbing: Ir. Nur Hakim, S.T., MCE., IPM.