Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1826
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorLumingkewas, Riana Herlina-
dc.contributor.authorHerdiyana, Indra-
dc.date.accessioned2023-11-17T01:40:21Z-
dc.date.available2023-11-17T01:40:21Z-
dc.date.issued2017-08-25-
dc.identifier.urihttp://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1826-
dc.descriptionDosen pembimbing : Riana Herlina Lumingkewasen_US
dc.description.abstractBelakangan ini banyak sekali inovasi untuk beton dengan tambahan campuran serat. Dari jurnal ataupun penilitian yang sudah ada penambahan serat alami dapat mengurangi retak pada beton itu tersendiri. Penambahan serat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan tersebut. Serat bambu adalah serat alami yang mudah didapat dan pertumbuhan bambu relatif cepat. Serat dibuat dari bambu dari bagian tanpa buku yang telah dikeringkan. Penelitan yang dilakukan mengenai beton serat bambu adalah dengan cara pengambilan contoh uji. Pengujian dalam pelaksanaan pekerjaan beton secara umum dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu pengambilan contoh dan pengujian material penyusun beton, pengambilan contoh dan pengujian slump beton, dan pengambilan contoh dan pengujian beton keras. Penelitian bertujuan untuk mengkaji peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton akibat penambahan serat bambu. Penelitian berupa studi eksperimental dengan membuat benda uji silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Kadar serat yang digunakan adalah 1%,2%,3%, dan 4% dari berat semen dengan variasi panjang 5 mm, 20 mm, dan 40 mm dalam kurun waktu pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas beton pada 28 hari. Beton tanpa serat juga dibuat sebagai pembanding dalam kurun waktu pengujian kuat tekan beton 7,14 dan 28 hari, dan pengujian moduolus elastisitas pada sampel 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan serat bamboo dan penambahan sika sebesar 16 mengalami kuat tekan yang menurun dibandingkan dengan beton normal tanpa sika, hasil minimum uji kuat tekan beton terjadi pada variasi serat bambu 1% dengan panjang serat bambu 20 mm, sedangkan uji kuat tekan beton mengalami hasil optimal yaitu di variasi serat bambu 2% dengan panjang serat bambu 40 mm lebih baiK dibanding beton variasi serat lainnya, meski tetap lebih rendah dibanding beton normal Lalu untuk uji modulus elastisitas, nilai rnodulus elastisitas tertinggi pada beton serat bambu 5 mm terjadi pada penambahan 4% serat bambu.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherInstitut Teknologi Indonesiaen_US
dc.subjectBeton Seraten_US
dc.subjectSerat Bambuen_US
dc.subjectKuat Tekanen_US
dc.subjectModulus Elastisitasen_US
dc.titlePENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETONen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.nimNIM121110016-
dc.identifier.nimNIDN0306056002-
dc.identifier.kodeprodiKODEPRODI22201#Teknik Sipil-
Appears in Collections:[TA] Teknik Sipil

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
COVER.pdfCOVER581.03 kBAdobe PDFView/Open
ABSTRAK.pdfABSTRAK2.16 MBAdobe PDFView/Open
DAFTAR PUSTAKA.pdfDAFTAR PUSTAKA1.52 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.