Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1039
Title: USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI TINGKAT CACAT PADA PRODUK PISTON VALVE SCREW DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DMAIC (STUDI KASUS : CV. RAISAN ABADI TANGERANG)
Authors: Ch. Nendissa, Bendjamin
Utama, Dias Rizky
Keywords: Kualitas
Six Sigma
Defect
DPMO (Defect Per Million Oportunities)
Nilai Sigma
FMEA (Failure Modes and Effect Analyze)
APFM (Action Planning for Failure Modes)
Issue Date: 2020
Publisher: Institut Teknologi Indonesia
Abstract: Kualitas merupakan faktor kunci dalam menentukan pertumbuhan, perkembangan dan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Perusahaan yang mampu bersaing yaitu perusahaan yang mempunyai proses bisnis yang berkualitas tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, salah satu konsep peningkatan kualitas yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen dengan mengurangi tingkat cacat produk dengan menggunakan metode six sigma. Untuk mengetahui perusahaan memiliki nilai sigma yang baik atau tidak maka dilakukan perhitungan DPMO (Defect Per Million Oportunities) sebesar 17.892 terhadap produk Piston Valve Screw. Sedangkan untuk nilai sigma yang diperoleh CV. Raisan Abadi Tangerang memiliki rata – rata sebesar 3,60. Dari hasil perhitungan yang dilakukan menggunakan diagram pareto didapatkan hasil yang berfokus pada 2 jenis defect yaitu, ukuran minus dan burry dengan persentase ukuran minus 47,23 % dan burry sebesar 23,94 %. Untuk mengatasi masalah tersebut dianalisa dengan menggunakan diagram sebab akibat (fishbone), setelah diketahui penyebab terjadinya defect dilakukan analisa untuk mengetahui akar masalah yang ada dengan menggunakan tabel FMEA (Failure Modes and Effect Analyze) dan didapatkan nilai RPN. Kemudia dipilih nilai RPN tertinggi untuk dilakukan perbaikan dengan table APFM (Action Planning for Failure Modes), untuk defect ukuran minus perbaikannya berupa: dilakukan pelatihan untuk pekerja secara berkala dan selalu berkordinasi kepada leader mengenai drawing produk dan membuat check sheet untuk melakukan perawatan pada mesin secara terjadwal, sedangkan defect burry berupa: Pengecekan kembali produk sebelum disimpan, Membuat check sheet untuk melakukan perawatan pada mesin secara terjadwal dan Pengecekan kembali pada saat ingin menggunakan pahat bubut. dari data yang didapatkan maka menjadi tolak ukur untuk melakukan perbaikan hingga mencapai standar perusahaan kelas dunia.
Description: Dosen Pembimbing: Bendjamin Ch. Nendissa
URI: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1039
Appears in Collections:[TA] Teknik Industri

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
COVER.pdfJUDUL67.27 kBAdobe PDFView/Open
ABSTRAK.pdfABSTRAK578.61 kBAdobe PDFView/Open
BAB I.pdfBAB I289.02 kBAdobe PDFView/Open
BAB II.pdf
  Restricted Access
BAB II441.97 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
BAB III.pdf
  Restricted Access
BAB III303.65 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
BAB V.pdf
  Restricted Access
BAB V480.2 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
BAB VI.pdf
  Restricted Access
BAB VI267.23 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
FULL TEXT.pdf
  Restricted Access
FULL TEXT1.24 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.