| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kondisi Kampung
Kreatif Tempe dan Bambu Kuning yang berlokasi di Kelurahan Kedaung,
Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari upaya
pengembangan kawasan berbasis komunitas dan ekonomi lokal. Kampung ini
dikenal sebagai sentra industri rumah tangga tempe yang telah berkembang sejak
tahun 2016 dan memiliki potensi ekonomi, sosial, serta lingkungan yang signifikan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods)
dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan
lokal, studi pustaka, dokumentasi, serta pemetaan wilayah. Analisis difokuskan
pada aspek kelembagaan, fisik dan lingkungan, kependudukan dan sosial budaya,
penggunaan lahan, perumahan dan permukiman, prasarana, serta transportasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Tempe memiliki kekuatan utama
pada aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga yang didukung oleh kelembagaan
lokal berupa koperasi, kondisi perumahan yang relatif layak, serta infrastruktur
dasar yang cukup memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa
permasalahan, antara lain keterbatasan pengelolaan limbah cair produksi tempe,
rendahnya aktivitas kelembagaan sosial non-ekonomi, serta belum optimalnya
integrasi kampung kreatif sebagai destinasi edukasi dan wisata lokal. Berdasarkan
analisis SWOT, penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola
kelembagaan, peningkatan kualitas lingkungan melalui pengelolaan limbah
berkelanjutan, serta pengembangan Kampung Tempe sebagai kawasan kreatifedukatif yang terintegrasi dengan perencanaan wilayah Kota Tangerang Selatan.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Kampung Kreatif Tempe memiliki
potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pengembangan kawasan berbasis
komunitas apabila didukung oleh kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang
berkelanjutan. |
en_US |