Abstract:
Kawasan perdagangan dan jasa merupakan salah satu elemen penting dalam tata ruang kota
karena mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan Pasar Lama Kota
Tangerang, yang memiliki fungsi ganda sebagai pusat perdagangan, jasa, dan cagar budaya,
mengalami perkembangan pesat sehingga menimbulkan tekanan terhadap kapasitas ruang dan
infrastruktur kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kebijakan tata
ruang telah mengakomodasi pola aktivitas ekonomi yang berkembang, mengevaluasi
dampaknya terhadap keberlangsungan fungsi kawasan, serta merumuskan strategi penataan
kawasan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan instrumen observasi lapangan, penyebaran kuesioner, wawancara, analisis persepsi
pengunjung dan pedagang, analisis kebijakan tata ruang, analisis pola sirkulasi, analisis
spasial-temporal, serta penyusunan strategi penataan berbasis analisis SWOT. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karakteristik kawasan didominasi oleh aktivitas perdagangan, wisata
kuliner, dan percampuran fungsi ruang yang tidak teratur, sehingga menimbulkan masalah tata
kelola dan mobilitas. Terdapat planning implementation gap antara kebijakan dan kondisi
eksisting di lapangan, ditandai oleh ketidakteraturan pedagang kaki lima, keterbatasan fasilitas
umum, sistem parkir on-street yang tidak memadai, dan kemacetan akibat kepadatan
pengunjung. Strategi penataan kawasan diarahkan melalui pendekatan spasial, seperti zonasi
tematik kuliner, penyediaan fasilitas umum, dan pengembangan fasilitas parkir off-street, serta
pendekatan non-spasial melalui promosi digital dan wisata tematik.