| dc.description.abstract |
Etika kerja seperti kedisiplinan, tanggung-jawab, kejujuran dan lain-lain, merupakan
landasan perilaku profesional yang mempengaruhi integritas, kinerja, dan reputasi
organisasi. Lingkungan kerja yang etis bukan hanya mengurangi pelanggaran, namun juga
meningkatkan produktivitas, loyalitas, dan kepercayaan publik. Dalam konteks persaingan
global, pembinaan kode etik menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi untuk menjaga
keberlanjutan dan daya saingnya. Masalah etika yang umum terjadi antara lain. Konflik
Kepentingan (Conflict of Interest), Kecurangan dan Korupsi Internal, penyalahgunaan
Teknologi dan Data, Perundungan, Diskriminasi, dan Pelecehan.
Hasil riset yang telah dilakukan Tim Dosen Program Studi Profesi Insinyur (PS-PPI), Institut
Teknologi Indonesia (ITI), terhadap 525 responden mahasiswa Rekognisi Pembelajaran
Lampau (RPL), menyimpulkan bahwa keadaan/ iklim yang kondusif di tempat kerja sangat
mempengaruhi tekad dan integritas dari para insinyur dalam menegakkan etika insinyur.
Temuan dan rekomendasi hasil riset tersebut diimplementasikan dalam kegiatan PkM Hibah
internal yang diperoleh dari PRPM ITI yang berjudul “Pembinaan Pemahaman dan
Penerapan Etika Keinsinyuran”. Lokasi pembinaan yaitu PT Intermesindo Forging Prima
(IMFP) yang merupakan industri manufaktur (hot forging), dengan Produk utama komponen
hasil forging untuk berbagai industri. Pabrik berlokasi di Kecamatan Cibodas/Jatiuwung,
salah satu kantong industri Kota Tangerang. Pembinaan kode etik merupakan investasi
jangka panjang yang menentukan keberhasilan, keberlanjutan, dan reputasi organisasi.
Dengan budaya etika yang kuat, perusahaan mampu menciptakan lingkungan kerja yang
harmonis, produktif, dan bebas dari risiko pelanggaran. Bentuk pembinaan pemahaman etika
dilakukan melalui sosialisasi Kode Etik Keinsinyuran, pelatihan dan pendampingan untuk
evalusi tingkat pemahaman dan kepatuhan dalam menjalankan peraturan , etika di IMFP.
Pelatihan etika berkelanjutan di semua level organisasi, merupakan strategi yang efektif
untuk membangun komitmen dan iklim yang kondusif dalam membangun budaya etis
organisasi. Berdasarkan feedback dari perusahaan, kegiatan PkM ‘Pembinaan Pemahaman
dan Penerapan Etika Keinsinyuran Dalam Pengembangan Karier Profesional Keinsinyuran
di Tempat Kerja’ yang telah dilakukan di PT. Intermesindo Forging Prima memberikan
dampak positif dalam bentuk tindak lanjut pasca pembinaan berupa rencana, kebijakan dan
program guna penguatan pemahaman dan tingkat kepatuhan terhadap peraturan dan etika
perusahaan, khususnya Sadar K3L untuk mencapai zero accident yang akan dilakukan
Perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kegiataan Pengabdian kepada Masyarakaat
(PkM) yang didanai dari hibah internal PRPM ITI Nomor: 001/KP-HI/PRPMPkM/ITI/VII/2025, efektif, sehingga kegiatan serupa bisa dilakukan di perusahaan lain. |
en_US |