<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>2. Penelitian Mandiri (S1PWK)</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/820</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 06:25:41 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-22T06:25:41Z</dc:date>
<item>
<title>Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</link>
<description>Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren
Madjid, Kusmalinda; Sukardi, Febiyanti; Salma Kurniawan, Najwa; Rifat Garnida Gunandi, Muhammad; Attala Putra, Rayhan; Nashwa Fawziya, Syifa; Rizqi, Miftahul
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan urban sering kali&#13;
muncul dari inisiatif lokal yang tumbuh secara organik. Penelitian ini mengkaji&#13;
fenomena Kampung Bambu Kuning di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang telah&#13;
ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu "Kampung Tematik" dengan&#13;
keunikan subkultur pesepeda. Fokus utama penelitian ini adalah merumuskan&#13;
kerangka perencanaan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism)&#13;
yang mengintegrasikan potensi lokal, dinamika sosial, dan aktivitas ekonomi yang&#13;
berkembang di sepanjang jalur gowes.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#13;
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan&#13;
pemetaan sosial melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku&#13;
usaha lokal untuk memetakan aspirasi komunitas. Analisis difokuskan pada bagaimana&#13;
interaksi sosial antara warga asli, pendatang, dan wisatawan pesepeda urban&#13;
membentuk identitas ruang yang unik di tengah keterbatasan akses fisik akibat&#13;
infrastruktur perkotaan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Bambu Kuning memiliki&#13;
modal sosial yang kuat berupa kohesi warga yang tinggi dan keterbukaan terhadap&#13;
pendatang. Potensi wisata utama terletak pada "Ruang Ketiga" (third space) berupa&#13;
warung-warung singgah yang menjadi titik kumpul yang terintegrasi dengan hunian&#13;
warga, serta vegetasi bambu kuning yang menjadi identitas visual kawasan. Strategi&#13;
pengembangan yang direkomendasikan adalah model perencanaan partisipatif yang&#13;
bertahap, meliputi penguatan kelembagaan informal, penataan ruang dengan&#13;
intervensi ringan (light intervention), dan penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah&#13;
tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Kampung Tematik ini&#13;
sangat bergantung pada kemampuan komunitas dalam menjaga keseimbangan antara&#13;
fungsi hunian dan aktivitas wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara&#13;
inklusif tanpa mengabaikan kenyamanan sosial warga setempat.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</guid>
<dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Integrasi Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang Koridor Ekosistem RIMBA</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3124</link>
<description>Kajian Integrasi Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang Koridor Ekosistem RIMBA
Medtry, Medtry; Karenina, Anna
</description>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3124</guid>
<dc:date>2026-03-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakteristik Kondisi Kampung Kreatif Tempe dan Bambu Kuning di Kota Tangerang Selatan</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3113</link>
<description>Karakteristik Kondisi Kampung Kreatif Tempe dan Bambu Kuning di Kota Tangerang Selatan
Lestari, Forina; Madjid, Kusmalinda; Salma Kurniawan, Najwa; Nashwa Fawziya, Syifa
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kondisi Kampung&#13;
Kreatif Tempe dan Bambu Kuning yang berlokasi di Kelurahan Kedaung,&#13;
Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari upaya&#13;
pengembangan kawasan berbasis komunitas dan ekonomi lokal. Kampung ini&#13;
dikenal sebagai sentra industri rumah tangga tempe yang telah berkembang sejak&#13;
tahun 2016 dan memiliki potensi ekonomi, sosial, serta lingkungan yang signifikan.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods)&#13;
dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data&#13;
dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan&#13;
lokal, studi pustaka, dokumentasi, serta pemetaan wilayah. Analisis difokuskan&#13;
pada aspek kelembagaan, fisik dan lingkungan, kependudukan dan sosial budaya,&#13;
penggunaan lahan, perumahan dan permukiman, prasarana, serta transportasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Tempe memiliki kekuatan utama&#13;
pada aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga yang didukung oleh kelembagaan&#13;
lokal berupa koperasi, kondisi perumahan yang relatif layak, serta infrastruktur&#13;
dasar yang cukup memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa&#13;
permasalahan, antara lain keterbatasan pengelolaan limbah cair produksi tempe,&#13;
rendahnya aktivitas kelembagaan sosial non-ekonomi, serta belum optimalnya&#13;
integrasi kampung kreatif sebagai destinasi edukasi dan wisata lokal. Berdasarkan&#13;
analisis SWOT, penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola&#13;
kelembagaan, peningkatan kualitas lingkungan melalui pengelolaan limbah&#13;
berkelanjutan, serta pengembangan Kampung Tempe sebagai kawasan kreatifedukatif yang terintegrasi dengan perencanaan wilayah Kota Tangerang Selatan.&#13;
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Kampung Kreatif Tempe memiliki&#13;
potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pengembangan kawasan berbasis&#13;
komunitas apabila didukung oleh kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang&#13;
berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3113</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3112</link>
<description>Strategi Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang
Lestari, Forina; Machael, Ralf; Rizka, Rizka; Rizqi, Miftahul; Attala Putra, Rayhan
Kawasan perdagangan dan jasa merupakan salah satu elemen penting dalam tata ruang kota&#13;
karena mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan Pasar Lama Kota&#13;
Tangerang, yang memiliki fungsi ganda sebagai pusat perdagangan, jasa, dan cagar budaya,&#13;
mengalami perkembangan pesat sehingga menimbulkan tekanan terhadap kapasitas ruang dan&#13;
infrastruktur kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kebijakan tata&#13;
ruang telah mengakomodasi pola aktivitas ekonomi yang berkembang, mengevaluasi&#13;
dampaknya terhadap keberlangsungan fungsi kawasan, serta merumuskan strategi penataan&#13;
kawasan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif&#13;
dengan instrumen observasi lapangan, penyebaran kuesioner, wawancara, analisis persepsi&#13;
pengunjung dan pedagang, analisis kebijakan tata ruang, analisis pola sirkulasi, analisis&#13;
spasial-temporal, serta penyusunan strategi penataan berbasis analisis SWOT. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa karakteristik kawasan didominasi oleh aktivitas perdagangan, wisata&#13;
kuliner, dan percampuran fungsi ruang yang tidak teratur, sehingga menimbulkan masalah tata&#13;
kelola dan mobilitas. Terdapat planning implementation gap antara kebijakan dan kondisi&#13;
eksisting di lapangan, ditandai oleh ketidakteraturan pedagang kaki lima, keterbatasan fasilitas&#13;
umum, sistem parkir on-street yang tidak memadai, dan kemacetan akibat kepadatan&#13;
pengunjung. Strategi penataan kawasan diarahkan melalui pendekatan spasial, seperti zonasi&#13;
tematik kuliner, penyediaan fasilitas umum, dan pengembangan fasilitas parkir off-street, serta&#13;
pendekatan non-spasial melalui promosi digital dan wisata tematik.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3112</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
