<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/888">
<title>Theses</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/888</link>
<description>Kumpulan Karya Ilmiah Tesis Dosen ITI</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1355"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1139"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1129"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1052"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-23T21:26:30Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1355">
<title>Separation of Components of Post-Fermentation Broth in Membrane Hybrid Systems</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1355</link>
<description>Separation of Components of Post-Fermentation Broth in Membrane Hybrid Systems
Kuntolaksono, Satrio
Electrodialysis is a mass separation process in which electrically charged membranes and&#13;
an electrical potential difference are used to separate ionic species from an aqueous solution and&#13;
other uncharged components. It is used for desalination of brackish water, production of portable&#13;
water.&#13;
 Succinic acid is widely applicate in the food industry, agriculture and as a precursor of&#13;
many chemical compounds such as 1,4-butanediol. It can be used to create a large array of&#13;
chemicals including resins and biodegradable polymers as well as food additives.&#13;
 In this study, we used available reagent in the laboratory such as succinic acid, glycerol,&#13;
lactose, ethanol, acetic acid, formic acid, lactic acid, and fumaric acid have been used for&#13;
preparation of model solutions. Composition of the solution containing 7 components was the&#13;
most similar to real post-fermentation broth. Equipment unit used including such as&#13;
ultrafiltration, ionic tower, nanofiltration, electrodialysis with bipolar membrane. Analysis all&#13;
sample using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) which is already available in&#13;
laboratory analysis. Furthermore, the samples that have been analyzed using HPLC.&#13;
 All parameter include current density 90 A/m2&#13;
 and 120 A/m2&#13;
; flow rate 50 dm3&#13;
/h and 100&#13;
dm3&#13;
/h; initial concentration of succinic acid in concentrate chamber and diluate chamber (g/dm3&#13;
).&#13;
pH solution was adjusted to 8.5.&#13;
 The result described with lower current density current density and high flow rate have a&#13;
good impact to produce 1kg of succinic acid.
</description>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1139">
<title>Optimalisasi Penghawaan Alami melalui Tata Ruang di Rumah Susun Tingkat Rendah: Pemecahan Permasalahan Ventilasi Alami pada Rumah Susun Bertingkat Rendah Blok Apron di Kemayoran Jakarta melalui pendekatan Arsitektural</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1139</link>
<description>Optimalisasi Penghawaan Alami melalui Tata Ruang di Rumah Susun Tingkat Rendah: Pemecahan Permasalahan Ventilasi Alami pada Rumah Susun Bertingkat Rendah Blok Apron di Kemayoran Jakarta melalui pendekatan Arsitektural
Rizal, Fuad
Kualitas penghawaan alami di rumah-rumah susun sederhana di Jakarta&#13;
cenderung rendah. Hal tersebut tampaknya disebabkan oleh beberapa hal, antara&#13;
lain bentuk dan penempatan bukaan yang kurang memadai, penempatan perabotan&#13;
yang kurang tepat, bentuk dan orientasi massa rumah susun serta minimnya&#13;
perlindungan dari radiasi matahari. Padahal penghawaan alami berperan penting&#13;
dalam meningkatkan kualitas udara di dalam ruang dan kesehatan penghuni serta&#13;
membantu meningkatkan efisiensi pemakaian listrik. Desain rumah susun yang baik&#13;
dapat meningkatkan kualitas penghawaan alami dan meningkatkan efisiensi&#13;
penggunaan listrik pada unit-unit huniannya.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah mencoba memecahkan permasalahan&#13;
penghawaan alami yang ada di rumah susun sederhana secara arsitektural melalui&#13;
pengolahan tata ruang eksterior dan interior rumah susun sederhana yang dapat&#13;
mewadahi aktifitas penghuni berikut perlengkapan penunjangnya dengan tepat&#13;
sekaligus menghadirkan penghawaan alami yang baik sehingga penghunian rumah&#13;
susun dapat berjalan secara efisien, nyaman, sehat dan aman.&#13;
Tahapan penelitian dimulai dengan melakukan studi terhadap rumah-rumah&#13;
susun yang ada di Jakarta melalui wawancara dan dokumentasi kondisi rumah&#13;
susun. Studi juga dilakukan dengan mempelajari desain-desain rumah susun melalui&#13;
dokumen-dokumen kerja dan standar-standar yang ada. Pengumpulan data-data&#13;
iklim terutama kecepatan angin juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi&#13;
yang sedang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Data-data tersebut akan&#13;
diolah untuk menghasilkan acuan pembuatan model bangunan rumah susun yang&#13;
nantinya akan diuji dengan menggunakan wind tunnel dan komputer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah penghawaan alami di rumah&#13;
susun sederhana dapat dipecahkan melalui pengolahan desain bangunan yang tepat&#13;
dan menyesuaikan diri dengan kondisi alam sekitar. Terjadi perubahan positif yang&#13;
cukup signifikan setelah dilakukan perbaikan pada desain unit hunian yang ada.&#13;
Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui penyebab&#13;
terjadinya masalah pada penghawaan alami dalam ruang serta mampu&#13;
memecahkannya secara sederhana, efisien dan tepat. Beberapa keuntungan yang&#13;
dapat diperoleh adalah aliran udara di dalam ruang dapat berlangsung dengan baik&#13;
dan merata, frekuensi pemakaian alat pengkondisian udara dan sejenisnya dapat&#13;
berkurang, minim biaya pemeliharaan serta dapat berfungsi sepanjang waktu.
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Sandi Siregar, Ir. M. Arch
</description>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1129">
<title>THE POTENTIAL OF HOME EQUITY CONVERSION SCHEME AS A HOUSING OPTION FOR LOW INCOME AGED HOME OWNERS</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1129</link>
<description>THE POTENTIAL OF HOME EQUITY CONVERSION SCHEME AS A HOUSING OPTION FOR LOW INCOME AGED HOME OWNERS
Setiono, Dedi Nugraha S.
The introduction of Home Equity Conversion Scheme in the public and private&#13;
sectors has broadened the housing options for older people. The schemes provide&#13;
a method to convert the equity in their home into some other usable form. The&#13;
home owner still has the right to occupy the house. Due to this characteristic, the&#13;
scheme tends has potential to provide economic resources to aged home owners&#13;
who are asset rich, but income poor.&#13;
The aim of this study is to examine the potential of the scheme as housing option&#13;
for low income aged home owners. The perceptions of aged home owners about&#13;
this scheme are examined and related with their marital status, age, income and&#13;
living arrangements. The study concludes that home ownership is placed in the&#13;
highest value among the elderly, particularly those who live in a family household.&#13;
As a result, the schemes are not popular amongst the older population. However,&#13;
due to the increasing incidence of older lone person households, the potential of&#13;
the scheme as a housing option for those groups of population may increase in the&#13;
future
</description>
<dc:date>1993-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1052">
<title>PERHITUNGAN JUMLAH PERMINTAAN POTENSIAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) MAMMINASATA KORIDOR 1 DENGAN MENGGUNAKAN SPECIAL CONVENTIONAL TRANSPORT MODEL</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1052</link>
<description>PERHITUNGAN JUMLAH PERMINTAAN POTENSIAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) MAMMINASATA KORIDOR 1 DENGAN MENGGUNAKAN SPECIAL CONVENTIONAL TRANSPORT MODEL
Upa, Verdy Ananda
Perkembangan Kota Makassar dalam beberapa sektor seperti ekonomi&#13;
dan pariwisata mengakibatkan tingginya mobilitas masyarakat dari satu tempat&#13;
ke tempat yang lain. Dalam mendukung mobilitas tersebut, masyarakat kota&#13;
Makassar masih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, disamping iu&#13;
disebabkan karena belum tersedianya suatu transportasi massal yang aman,&#13;
nyaman, dan efisien, serta buruknya manajemen angkutan kota. Kondisi seperti&#13;
ini mengakibatkan terjadinya kemacetan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan&#13;
penelitian terkait Perhitungan Jumlah Permintaan Potensial BRT&#13;
Mamminasata, khususnya koridor 1. Sehingga dengan adanya penelitian ini&#13;
dapat diketahui besarnya permintaan potensial dari koridor 1 BRT&#13;
Mamminasata.&#13;
Penelitian ini menggunakan Model 4 langkah yang terdiri dari Bangkitan&#13;
dan Tarikan Perjalanan, Distribusi Perjalanan, Pemilihan Moda pada masingmasing zona (kelurahan) yang berada disekitar koridor 1 BRT Mamminasata,&#13;
serta Perhitungan Jumlah Penumpang Setiap Halte Rencana dan Setiap Segmen&#13;
Jalan.&#13;
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah penumpang tebesar&#13;
terdapat pada halte Karebosi Link sebesar 4.577 perjalanan orang/jam untuk&#13;
arah Pelabuhan Soekarno Hatta – Mall GTC dan halte CCC sebesar 14.218&#13;
perjalanan orang/jam untuk arah Mall GTC – Pelabuhan Soekarno Hatta.&#13;
Sedangkan jumlah penumpang terbesar terdapat pada segmen jalan 4 untuk&#13;
arah Pelabuhan Soekarno Hatta – Mall GTC sebesar 7.856 perjalanan&#13;
orang/jam dan pada segmen jalan 3 untuk arah Mall GTC – Pelabuhan&#13;
Soekarno Hatta sebesar 15.983 perjalanan orang/jam.
Dosen Pembimbing: Hitapriya Suprayitno
</description>
<dc:date>2016-06-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
