<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/224">
<title>LPD - S1 Teknik Kimia</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/224</link>
<description>Laporan Penelitian Dosen - Program S1 Teknik Kimia</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1990"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1963"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1495"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1494"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-22T06:20:03Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1990">
<title>Hilirisasi Produk Lapisan Film Nanoselulosa/Polivinil Alkohol sebagai Gas Barrier Pada Kemasan Makanan</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1990</link>
<description>Hilirisasi Produk Lapisan Film Nanoselulosa/Polivinil Alkohol sebagai Gas Barrier Pada Kemasan Makanan
Handayani, Aniek Sri
Kegiatan Matching Fund ITI merupakan kegiatan “Hilirisasi Produk Lapisan Film&#13;
Nanoselulosa/Polivinil Alkohol sebagai Gas Barrier Pada Kemasan Makanan” yang&#13;
merupakan kegiatan pengembangan inovasi material aditif sebagai pelapis permukaan&#13;
kertas kerjasama ITI dengan PT. Bukit Muria Jaya. Rencana Kegiatan berdasarkan KAK&#13;
ada 12 Kegiatan yang dibagi menjadi 19 sub kegiatan. Seluruh kegiatan dan sub kegiatan&#13;
telah dilaksanakan dengan Persentase Capaian terhadap target rata-rata mencapai 92,36%.&#13;
Sedangkan penggunaan dana Dikbudristek mencapai 100%. Untuk dana mitra dan PT juga&#13;
telah terserap 100%. Kegiatan yang belum selesai pelaksanaannya adalah optimasi kinerja produk pelapis kertas&#13;
di permukaan kertas. Hal ini disebabkan viskositas produk masih terlalu encer sehingga&#13;
kurang memenuhi standar pelapisan yang dipersyaratkan. Saat ini tim sedang&#13;
menyelesaikan manufaktur peralatan roller coater untuk melakukan uji kinerja pelapis&#13;
kertas. Untuk mahasiswa magang dan dosen magang masih berlanjut sampai bulan&#13;
Februari, hal ini disebabkan adanya aturan pembatasan untuk jumlah mahasiswa magang&#13;
pada waktu yang bersamaan, sehingga oleh pabrik diatur secara bergantian, yaitu 2 bulan&#13;
di pabrik 1 bulan work from anywhere atau mengikuti kulian online/ webinar serta&#13;
mengerjakan tugas secara mandiri. Untuk mencapai target produksi scaleup produk pelapis&#13;
skala 10 kg/batch diperlukan waktu penyelesaian peralatan serta perhitungan harga&#13;
produksi dari proses yang telah didesain, sehingga produk yang dihasilkan akan dapat&#13;
bersaing di pasaran. Kegiatan MF-ITI perlu dilanjutkan agar diperoleh produk yang dapat&#13;
dikomersialkan.
</description>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1963">
<title>PENGEMBANGAN PRODUK SILIKA NANO PARTIKEL BERBASIS ABU BOILER CANGKANG SAWIT (Palm Kernel Shell ash) UNTUK APLIKASI BIOMEDIK</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1963</link>
<description>PENGEMBANGAN PRODUK SILIKA NANO PARTIKEL BERBASIS ABU BOILER CANGKANG SAWIT (Palm Kernel Shell ash) UNTUK APLIKASI BIOMEDIK
Handayani, Aniek Sri; Ratnawati, Ratnawati; Septevani, Athanasia Amanda; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Khumaeroh, Khumaeroh; Syabila, Anisa Nurus; Sunardi, Nur Annisa
Limbah padat cangkang sawit sebagian besar dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan&#13;
bahan bakar boiler. Sebagai bahan bakar boiler dihasilkan abu berupa partikulat yang&#13;
mengandung komponen silika sebesar 60% dari abu. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu&#13;
abu sisa pembakaran pada boiler yang tidak dimanfaatkan akan menimbulkan gangguan&#13;
terhadap lingkungan dan Kesehatan. Pemurnian silika dari abu boiler telah dilakukan dan&#13;
dihasilkan silika dengan kemurnian 97,6% melalui metode sol-gel. Berbagai Uji kinerja silika&#13;
untuk aplikasi biomedik telah dikembangkan , diantaranya menjadi produk silika nanopartikel&#13;
untuk aplikasi drug delivery targeted, seperti pada sel kanker. Silika Nanopartikel telah banyak&#13;
dieksplorasi, karena luas permukaan yang besar, bersifat biokompatibel, dengan ukuran pori&#13;
yang dapat disesuaikan. Permukaan silika dapat dengan mudah dimodifikasi untuk aplikasi&#13;
biomedicine. Sebagai biomedicine misel polimer dan silika nanopartikel sebagai cancer drug&#13;
delivery, menunjukkan bahwa silika nanopartikel dalam bentuk mesoporous memiliki banyak&#13;
kelebihan dibandingkan dengan nanocarrier konfensional karena memiliki luas permukaan&#13;
internal tinggi dan volume pori serta morphologi yang mudah dimodifikasi untuk berbagai&#13;
target pengobatan. Pembentukan struktur nanospere dan nanoroads dipengaruhi oleh&#13;
konsentrasi surfaktan dan sol dis-sulution dengan pelarut alcohol. Meskipun telah diteliti&#13;
menggunakan pelarut non-alkohol, seperti etil alcohol, tetapi dilaporkan pembentukan struktur&#13;
sangat terbatas. Pembentukan struktur silika nanopartikel tersebut merupakan kunci&#13;
keberhasilan untuk aplikasi biomedicine, karena sifat biokompatibilitas baik, loading kapasitas&#13;
tinggi, kemungkinan ligan target berlekatan untuk dapat mengenal sel target tertentu, atau&#13;
design porositas dapat ditentukan dan disetting, sehingga silika mesopore cocok untuk drug&#13;
delivery. Penelitian ini bertujuan untuk membuat silika nanopartikel mesopore dengan melihat&#13;
pengaruh morphologi dan disperse melalui metode sol-gel dengan mengubah kadar air dan&#13;
surfaktan secara simultan untuk dapat diaplikasikan sebagai bahan penghantar dan terapi obat&#13;
dengan memanfaatkan limbah abu boiler cangkang sawit. Urgensi dari penelitian adalah&#13;
pemanfaatan limbah abu boiler dari sirkuler produksi kelapa sawit dapat menjadi sirkuler&#13;
ekonomi cangkang sawit sebagai bahan bakar boiler dan abunya ditingkatkan nilainya menjadi&#13;
bahan sediaan obat dengan nilai ekonomi yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan sirkuler&#13;
ekonomi rantai produksi kelapa sawit. Hasil penelitian divalidasi melalui kemurnian silika XRay Fluoresence, uji morphologi menggunakan FE-SEM, bentuk kristal dilakukan uji X-ray&#13;
difraksion. High Resolution transmission electron microscopy (HR-TEM), Zeta-potensial&#13;
measurements and dynamic Light scattering, dan N2 adsorption-desorption. Perbedaan&#13;
morphologi dan bentuk partikel spherical dan road-like yang diperoleh dibandingkan terhadap&#13;
semua parameter sintesis. Luaran yang dapat dicapai dari kegiatan ini adalah pada proses solgel silika nanopartikel dengan kemurnian 95% dan diperoleh paten derdaftar dan dokumen&#13;
spesifikasi produk dengan TKT 4 (tahun 1) untuk ukuran partikel silika nanopartikel dan&#13;
bentuk struktur silika yang berpengaruh pada aplikasi release obat. Sebagai luaran tambahan 1&#13;
artikel submitted di jurnal “IJRED”terindeks Q3, 1 artikel diseminarkan pada Internasional&#13;
Conference on GreenVc 2023, 1 artikel diseminarkan pada seminar Nasional Technoplex 2022&#13;
dan 1 artikel dipublikasikan pada BRIN-talk 23.
LAPORAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
</description>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1495">
<title>SINTESTS TRIOXOLANE DAN DIPEROKSIDA DARI OZONASI ASAM LEMAK TIDAK JENUH DALAM RICE BRAND OIL (RBO) SEBAGAI BAHAN AKTIF OBAT HIV/AIDS</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1495</link>
<description>SINTESTS TRIOXOLANE DAN DIPEROKSIDA DARI OZONASI ASAM LEMAK TIDAK JENUH DALAM RICE BRAND OIL (RBO) SEBAGAI BAHAN AKTIF OBAT HIV/AIDS
Enjarlis, Enjarlis; Handayani, Sri; Fajriah, Sofa
Indonesia negara perkembangan epidemi HIV/AIDS tercepat dan jumlah penderita ke&#13;
dua terbesar di Asia, rentang usia penderita 20-29 tahun sebanyak 48,1% dan 30-39 tahun&#13;
sebanyak 30,9%. Penangan penderita HIV/AIDS membutuhkan obat dan biaya cukup&#13;
besar,karena obat yang ada dipasarannya masih impor seperti ARV. Pengemabang obat&#13;
HIV/AIDS berbasis bahan baku lokal dilakukan untuk mendapatkan zat aktif sebagai anti&#13;
virus HIV/AIDS. se Zat aktif lain yang ampuh mengurangi virus HIV/AIDS dan&#13;
mikroorganisme penyebab penyakit lainnya (bakteri dan fungi ) adalah Trioxolane dan&#13;
diperoksida, dimana zat aktif ini dapat disintesis dari bahan baku lokal minyak dedak padi&#13;
(rice Brand Oil/RBO). RBO dapat diperoleh melalui proses ektraksi dedak padi&#13;
menggunakan pelarut organik dan RBO ini mengandung ±75% asam lemak tidak jenuh&#13;
(Asam oleat/C18:1 38,4%, Asam linoleat/C18:2 sebesar 34,4% dan α Asam Linoleat/C18:3&#13;
sebesar 2,2%). Tingginya kandungan asam lemak tidak dalam RBO, maka RBO sangat&#13;
potensial sebagai bahan baku untuk sintesis zat aktif Trioxolane, peroksida dan turunannya&#13;
melalui proses ozonasi.&#13;
&#13;
 Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan paket teknologi proses sintesis Trioxolane,&#13;
diperoksida dan turunannya dari bahan baku RBO sebagai zat aktif obat HIV/AIDS atau obat&#13;
untuk penyakit lainnya yang disebabkan oleh mikroorganisme melalui proses ozonasi.&#13;
&#13;
 Tahapan metoda penelitian pada tahun I meliputi:&#13;
 (1) Optimasi stabilisasi dedak padi sebelum ekstraksi, sehingga dihasilkan RBO yang&#13;
berkualitas baik sebagai bahan baku untuk sintesis Trioxolane, peroksida dan turunannya&#13;
melalui proses ozonasi,&#13;
 (2) Optimasi waktu (2 jam, 3 jam dan 4 jam) proses ekstraksi RBO dari dedak padi.&#13;
 (3) Optimasi pH (2, 3 dan 4) proses Ozonasi RBO dan kondisi (waktu, jenis katalis,&#13;
dosis ozon) proses ozonasi.&#13;
 (4) Karakterisasi RBO zone secara fisika dan kimi serta terkait kandungam Trioxolane,&#13;
diperoksida dan turunannya pada ozonasi RBO skala Lab.&#13;
 (5) Uji Coba RBO zone sebagai anti Mikroorganisme baru pada bakteri (E Coli, S&#13;
Aureus dan seudomonas Aeruginosa) dan anti Jamur (Candida Albicans).&#13;
&#13;
 Penelitian Sintesis Trioxolaen dan diperoksida dari Ozonasi RBO dImulai dari TKT 2,&#13;
untuk mencapai TKT 3 sudah dilakukan 5 tahapan penelitian seperti tahapan metodologi&#13;
penelitian di atas. Dengan demikian sudah di peroleh bahan baku RBO yang berkualitas&#13;
baik, kondisi proses ozonasi RBO optimal sehingga di hasilkan RBO zone dengan spesifikasi&#13;
sebagai anti mikroorganime. Parameter hasil uji RBO Zone yang optimal di hasilkan, ternyata&#13;
belum memenuhi target yang diharapkan seperti RBO Zone yang dihasilkan : belum&#13;
mencapai bilangan Iod mendekati Nol, angka Peroksida belum mencapai angka 300 sd 500&#13;
Eq O2/kg Oil dan aksi RBO Zone sebagai anti bakteri pada uji in vitro belum memberikan&#13;
efek yang signifikan.
LAPORAN PENELITIAN DASAR
</description>
<dc:date>2020-01-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1494">
<title>Prototipe Teknologi Produksi Cocozone Oil sebagai Obat dan Kesehatan Kulit dari Minyak Kelapa (Coconut Oil) Menggunakan Proses Ozonasi</title>
<link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1494</link>
<description>Prototipe Teknologi Produksi Cocozone Oil sebagai Obat dan Kesehatan Kulit dari Minyak Kelapa (Coconut Oil) Menggunakan Proses Ozonasi
Enjarlis, Enjarlis; Handayani, Sri; Anwar, Yeni
Indonesia adalah negara penghasil kelapa no 2 terbesar di dunia setelah Filipina,&#13;
pengembangan produk turunan dari kelapa dalam negeri sangat lambat dan ketinggalan&#13;
dibandingkan Negara lain, akibatnya pendapatan petani kelapa kurang memadai dan tidak ada&#13;
peningkatan. Salah satu penyebab lambatnya perkembangan produk turunan dari buah kelapa&#13;
adalah keterbatasan teknologi tepat guna untuk mengolah sumber daya kelapa. Pengembangan&#13;
teknologi tepat guna untuk produksi turunan dari buah kelapa harus dilakukan dan tidak dapat&#13;
ditunda.Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan “prototype teknologi produksi&#13;
Cocozone Oil dari minyak kelapa murni melalui proses ozonasi”. Cocozone oil adalah ozonated&#13;
oil yang mengandung gugus ozonida tri-oxolane, aldehid, asam karboksilat, hidroperoksida dan&#13;
ozon yang berkhasiat terhadap penyembuhan kulit yang terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur dan&#13;
protozoa serta memberi efek terhadap pencerahan &amp; pengencangan kulit keriput pada usia paruh&#13;
baya. Diharapkan tersedianya teknologi tepat guna untuk produksi cocozone oil nantinya dapat&#13;
mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap obat untuk penyakit/kesehatan/kecantikan kulit&#13;
dari impor. Disisi lain, penelitian ini juga menjadi kegiatan pengembangan dan penerapan IPTEK&#13;
yang hasilnya dapat berkonstribusi langsung pada upaya pemerintah dalam percepatan&#13;
penyediaan teknologi tepat guna khususnya untuk diversifikasi produk minyak kelapa,&#13;
percepatan pengadaan obat-obatan yang efektif, murah dan berbahan baku lokal, dan&#13;
meningkatkan nilai tambah produk &amp; pendapatan petani kelapa. Penelitian sudah dilakukan&#13;
selama dua tahun dari 3 tahun yang direncanakan (2014 sd 2016). Pada tahun I (2014) sudah&#13;
diperoleh: (1) data rancangan prototype teknologi produksi cocozone oil skala 3 liter berdasarkan&#13;
percobaan pada skala reaktor 1 liter, (2) metoda terbaik untuk pembuatan dan pemurnian Virgin&#13;
Coconut Oil (VCO), (3) kondisi (suhu dan waktu) proses ozonasi produksi Cocozone oil skala 1&#13;
liter, (4) prototype alat produksi cocozone oil dengan reaktor sirkulasi skala 3 liter dengan system&#13;
pemasukan O3 menggunakan injector (5) Kondisi operasi produksi cocozone oil dalam reaktor&#13;
skala 3 liter (laju alir fluida Virgin Coconut Oil terbaik pada 2,0 liter/menit dan suhu ±25oC) dan&#13;
(6) data hasil uji produk dan kandungan bahan aktif menggunakan GC-MS, FTIR dan NMR&#13;
Coconut Oil dari proses produksi pada reaktor skala 3 liter. Pada tahun ke-II (2015) sudah&#13;
dilakukan (1) scale up dan optimasi produksi Cocozone oil dalam prototipe alat skala 6 liter pada&#13;
laju alir dan kondisi proses optimum pada reaktor 3 Lt, (2) data hasil uji sifat fisika (densitas,&#13;
viskositas, warna yang konsisten dan aroma yang kurang sedap) dan sifat kimia (bilangan asam,&#13;
peroksida dan iod) yang konsisten serta kandungan bahan kimia aktif dengan uji NMR, GC-MS&#13;
dan FT-IR, (3) data hasil uji klinis pada pasien yang terkena penyakit kulit bawaan lahir, luka&#13;
tumit pada pasien yang menderita penyakit gula, luka pada pasien yang digigit serangga akhirnya&#13;
infeksi, dan pada pasien yang berjerawat. Pada tahun ke-III (2016) kegiatan penelitian&#13;
bertujuan untuk menyempurnakan rancangan “Prototype Teknologi Proses Produksi Cocozone&#13;
Oil dari Virgin Coconut Oil” dan “ Produk Cocozone Oil” sehingga teknologi ini siap&#13;
diaplikan pada industri farmasi/obat herbal skala kecil dengan karakteristik Cocozone Oil stabil&#13;
selama penyimpanan dan aman penggunaannya bagi pasien, serta mempunyai aroma yang di&#13;
sukai oleh konsumen. Kestabilan Cocozone oil yang dimaksudkan selama penyimpanan adalah:&#13;
(1) Coconut Oil tetap efektif dan berkhasiat terhadap perawatan dan penyembuhan kulit&#13;
terinfeksi, (2) Coconut Oil tidak mengalami perubahan fisik (viscositas, densitas, warna dan&#13;
aroma) selama penyimpanan, dan (3) Coconut Oil tidak mengalami perubahan sifat kimia&#13;
(bilangan asam, Iod, dan peroksida) serta kandungan bahan aktifnya (tri-oxolane, peroksida dan&#13;
ozon). Dengan demikian kegiatan penelitian pada Tahun ke III di khususkan pada: (1)&#13;
penyempurnaan pembuatan Prototype Teknologi Proses Produksi Cocozone Oil, (2) Pencarian&#13;
kemasan yang tepat untuk penyimpanan cocozone oil dan uji coba penyimpanan cocozone oil&#13;
dalam bentuk cream atau lotion sehingga ozone tidak mudah lepas ke udara sehingga kandungan&#13;
bahan aktif tetap ada, (2) Pencarian aroma cocozone oil yang disukai konsumen, sehingga uji&#13;
iv&#13;
coba pengaruh penambahan minyak atsiri seperti minyak melati, mawar dan kenanga terhadap&#13;
sifat fisika, kimia dan kandungan bahan aktif dalam cocozone oil, (3) Uji toksikologi produk&#13;
Coconut Oil. Selanjutnya prototipe teknologi produksi cocozone oil di uji cobakan pada salah&#13;
satu industri kecil obat herbal yang ada di Indonesia dan juga dilakukan studi kelayakan ekonomi&#13;
pendirian pabrik Coconut Oil, serta mencoba melakukan penggalangan kerja sama dengan&#13;
industri farmasi.
LAPORAN AKHIR PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL&#13;
Tahun Ke 2 dari Rencana 3 Tahun
</description>
<dc:date>2016-01-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
