<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>2. Penelitian Mandiri (S1TIP)</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/848" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/848</id>
<updated>2026-04-22T04:56:40Z</updated>
<dc:date>2026-04-22T04:56:40Z</dc:date>
<entry>
<title>PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136" rel="alternate"/>
<author>
<name>Leonita, Shinta</name>
</author>
<author>
<name>Amar, Abu</name>
</author>
<author>
<name>Nurani, Darti</name>
</author>
<author>
<name>Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar</name>
</author>
<author>
<name>Makosim, Syahril</name>
</author>
<author>
<name>Asad Madani, Abdillah</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</id>
<updated>2026-03-11T04:16:44Z</updated>
<published>2025-12-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER
Leonita, Shinta; Amar, Abu; Nurani, Darti; Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar; Makosim, Syahril; Asad Madani, Abdillah
Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai bahan baku&#13;
alternatif tempe namun karakteristiknya sangat dipengaruhi oleh kultur starter.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis profil asam lemak, mengevaluasi sifat&#13;
sensoris, dan menentukan kultur terbaik menggunakan Rancangan Acak Kelompok&#13;
(RAK) 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan kultur tempe lokal komersial (Jago,&#13;
Raprima dan AtTempe), serta analisis uji hedonik organoleptik, kadar lemak total&#13;
dan profil asam lemak. Hasil menunjukkan dominasi MUFA asam oleat (41,67–&#13;
47,52%) yang memberikan stabilitas kimiawi, sementara PUFA rendah (linoleat&#13;
1,66–4,92%; α-linolenat 2,32–3,09%) meminimalkan risiko oksidasi. Uji hedonik&#13;
menegaskan kultur AtTempe sebagai terbaik dengan rata-rata kesukaan warna 3,67&#13;
(netral-suka), rasa 3,47 (netral-suka), aroma 3,83 (netral-suka), dan tekstur 3,57&#13;
(netral-suka), dengan perbedaan sangat signifikan pada rasa (p&lt;0,001) dan&#13;
signifikan pada aroma (p=0,011) dibandingkan Raprima. Superioritas sensoris&#13;
AtTempe dikaitkan dengan aktivitas enzim lipase optimal yang menghasilkan asam&#13;
lemak bebas sebagai prekursor senyawa volatil tanpa kelebihan oksidasi,&#13;
menghindari aroma langu. kultur AtTempe menghasilkan tempe berkualitas gizi&#13;
unggul (tinggi MUFA) dan penerimaan sensoris terbaik, sehingga&#13;
direkomendasikan untuk produksi komersial.
</summary>
<dc:date>2025-12-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK COKELAT BATANG MENGGUNAKAN METODE REKAYASA KANSEI</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3127" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sidik, Gusmon</name>
</author>
<author>
<name>Allam Suyuthi, Muyassar</name>
</author>
<author>
<name>Putri Nurhayati, Alma</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3127</id>
<updated>2026-03-10T01:49:15Z</updated>
<published>2026-03-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK COKELAT BATANG MENGGUNAKAN METODE REKAYASA KANSEI
Sidik, Gusmon; Allam Suyuthi, Muyassar; Putri Nurhayati, Alma
Pasar cokelat batang yang semakin berkembang mendorong persaingan bisnis untuk&#13;
menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Pemahaman yang mendalam&#13;
tentang preferensi konsumen menjadi krusial bagi produsen untuk mengembangkan produk&#13;
yang sesuai dengan pasar. Rekayasa Kansei adalah sebuah metode yang menangkap dan&#13;
mengukur respons emosional konsumen terhadap atribut produk, memberikan wawasan yang&#13;
berharga tentang preferensi konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui preferensi&#13;
konsumen serta mengklasifikasikan faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen&#13;
terhadap produk cokelat batang menggunakan metode Rekayasa Kansei. Rekayasa Kansei&#13;
digunakan untuk memahami preferensi konsumen dengan mengekstraksi kansei words yang&#13;
mencerminkan harapan dan preferensi konsumen terhadap produk cokelat batang. Analisis&#13;
faktor membantu untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi preferensi&#13;
konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang&#13;
memengaruhi preferensi konsumen terhadap cokelat batang, diantaranya sensasi mengonsumsi&#13;
cokelat, mencangkup aroma khas cokelat, enak, tidak meninggalkan pasir di mulut,&#13;
menenangkan, menyenangkan, menurunkan stres, memuaskan, dan menggugah selera;&#13;
kepadatan kakao dan lemak kakao mencangkup berwarna cokelat gelap, lumer di mulut, rasa&#13;
cokelat kuat, dan tekstur cokelat padat; penampilan dan keseimbangan rasa mencangkup milky&#13;
(mengandung susu), permukaan cokelat mengkilap (glosiness), tidak meninggalkan rasa pahit,&#13;
dan tidak terlalu pahit; dan kualitas bahan baku mengackup tidak berbau tengik dan tidak&#13;
terlalu manis.
</summary>
<dc:date>2026-03-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KUE KAAK Di DESA LENGKONG KULON, KABUPATEN TANGERANG</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3126" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sukotjo, Setiarti</name>
</author>
<author>
<name>I Sachoemar, Suhendar</name>
</author>
<author>
<name>Leonita, Shinta</name>
</author>
<author>
<name>Makosin, Syahril</name>
</author>
<author>
<name>Allam Suyuthi, Muyassar</name>
</author>
<author>
<name>Sidik, Gusmon</name>
</author>
<author>
<name>Bagus Pambudi, Ibnu</name>
</author>
<author>
<name>Radi Fadillah, Muhamad</name>
</author>
<author>
<name>Hamzah, Muhammad</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3126</id>
<updated>2026-03-10T01:42:19Z</updated>
<published>2026-02-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KUE KAAK Di DESA LENGKONG KULON, KABUPATEN TANGERANG
Sukotjo, Setiarti; I Sachoemar, Suhendar; Leonita, Shinta; Makosin, Syahril; Allam Suyuthi, Muyassar; Sidik, Gusmon; Bagus Pambudi, Ibnu; Radi Fadillah, Muhamad; Hamzah, Muhammad
</summary>
<dc:date>2026-02-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI INDUSTRI TURUNAN KELAPA SAWIT BERBASIS MAKANAN (OLEOFOOD)</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2921" rel="alternate"/>
<author>
<name>Irianto, Heru</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2921</id>
<updated>2025-03-09T06:15:16Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI INDUSTRI TURUNAN KELAPA SAWIT BERBASIS MAKANAN (OLEOFOOD)
Irianto, Heru
Kemandirian ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional.&#13;
Dimana dapat dicapai melalui berbagai upaya, seperti halnya melalui pengembangan sektor&#13;
strategis ekonomi domestik. Salah satu sektor strategis ekonomi domestik yang perlu&#13;
dikembangkan adalah sektor industri turunan kelapa sawit berbasis makanan (oleofood). Sektor&#13;
industri turunan kelapa sawit berbassis makanan (oleofood) memiliki potensi yang besar untuk&#13;
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh ketersediaan sumber daya&#13;
alam yang melimpah, serta potensi pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.&#13;
Provinsi Kalimantan Timur merupakan produsen kelapa sawit terbesar ke-5 di Indonesia, dengan&#13;
adanya industri (oleofood) turunan kelapa sawit di kabupaten Kutai Timur tentunya akan&#13;
menyerap produk sumber daya alam utama di provinsi ini. Dalam rangka mendukung&#13;
pengembangan sektor industri turunan kelapa sawit (oleofood) di Kabupaten Kutai Timur,&#13;
Pemerintah telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans&#13;
Kalimantan (MBTK). KEK MBTK adalah kawasan yang memiliki banyak keunggulan dalam hal&#13;
ekonomi dan geostrategis. Dimana Kawasan ini dipersiapkan untuk memaksimalkan kegiatan&#13;
industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.&#13;
Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kelayakan&#13;
Investasi Industri Turunan Kelapa Sawit Berbasis Makanan (Oleofood) di KEK MBTK,&#13;
Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang&#13;
komprehensif tentang potensi pengembangan sektor industri turunan kelapa sawit (oleofood) di&#13;
KEK MBTK yang nantinya hasil penelitian ini diharapkan dapat menarik minat investor untuk&#13;
berinvestasi di sektor industri turunan kelapa sawit (Oleofood) di KEK MBTK.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
