<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Undergraduate Programmes</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/212" rel="alternate"/>
<subtitle>Laporan Penelitian Dosen - Program Sarjana dan Diploma</subtitle>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/212</id>
<updated>2026-04-22T06:00:38Z</updated>
<dc:date>2026-04-22T06:00:38Z</dc:date>
<entry>
<title>Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138" rel="alternate"/>
<author>
<name>Findanavy Ridzqo, Intan</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138</id>
<updated>2026-03-12T01:48:31Z</updated>
<published>2026-03-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0
Findanavy Ridzqo, Intan
Ketersediaan lahan dan harga hunian di tengah ibukota semakin sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal&#13;
ini mendorong industri properti menawarkan hunian berupa rumah tapak di kota-kota satelit penyangga&#13;
ibukota. Pembangunan perumahan yang massif ini seringkali kurang mempertimbangkan aspek&#13;
ketahanan bangunan terhadap bencana alam. Struktur bangunan tidak memiliki perkuatan khusus&#13;
terhadap beban lateral, terutama gempa, sehingga banyak bangunan yang mengalami kerusakan. Pada&#13;
tahap merancang bangunan oleh arsitek dan mahasisswa arsitektur, seringkali melakukan analisis&#13;
pengujian struktur sebatas kajian awal untuk memastikan kekuatan dan penempatan elemen struktur&#13;
tidak mengurangi efektifitas penggunaan ruang dan estetika. Salah satu perangkat lunak untuk&#13;
mengkaji kehandalan bangunan melalui pengujian gaya lateral gempa yang sering diperkenalkan&#13;
dalam pendidikan arsitektur adalah Resist. Penelitian kali ini bertujuan mengeksplorasi perangkat&#13;
Resist dalam menganalisis geometri bentuk bangunan yang kompleks. Dan ternyata Resist sangat&#13;
membantu dalam tahap preliminary design sebelum suatu rancangan diteruskan pada tahap&#13;
perhitungan struktur secara lebih teliti.
</summary>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136" rel="alternate"/>
<author>
<name>Leonita, Shinta</name>
</author>
<author>
<name>Amar, Abu</name>
</author>
<author>
<name>Nurani, Darti</name>
</author>
<author>
<name>Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar</name>
</author>
<author>
<name>Makosim, Syahril</name>
</author>
<author>
<name>Asad Madani, Abdillah</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</id>
<updated>2026-03-11T04:16:44Z</updated>
<published>2025-12-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER
Leonita, Shinta; Amar, Abu; Nurani, Darti; Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar; Makosim, Syahril; Asad Madani, Abdillah
Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai bahan baku&#13;
alternatif tempe namun karakteristiknya sangat dipengaruhi oleh kultur starter.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis profil asam lemak, mengevaluasi sifat&#13;
sensoris, dan menentukan kultur terbaik menggunakan Rancangan Acak Kelompok&#13;
(RAK) 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan kultur tempe lokal komersial (Jago,&#13;
Raprima dan AtTempe), serta analisis uji hedonik organoleptik, kadar lemak total&#13;
dan profil asam lemak. Hasil menunjukkan dominasi MUFA asam oleat (41,67–&#13;
47,52%) yang memberikan stabilitas kimiawi, sementara PUFA rendah (linoleat&#13;
1,66–4,92%; α-linolenat 2,32–3,09%) meminimalkan risiko oksidasi. Uji hedonik&#13;
menegaskan kultur AtTempe sebagai terbaik dengan rata-rata kesukaan warna 3,67&#13;
(netral-suka), rasa 3,47 (netral-suka), aroma 3,83 (netral-suka), dan tekstur 3,57&#13;
(netral-suka), dengan perbedaan sangat signifikan pada rasa (p&lt;0,001) dan&#13;
signifikan pada aroma (p=0,011) dibandingkan Raprima. Superioritas sensoris&#13;
AtTempe dikaitkan dengan aktivitas enzim lipase optimal yang menghasilkan asam&#13;
lemak bebas sebagai prekursor senyawa volatil tanpa kelebihan oksidasi,&#13;
menghindari aroma langu. kultur AtTempe menghasilkan tempe berkualitas gizi&#13;
unggul (tinggi MUFA) dan penerimaan sensoris terbaik, sehingga&#13;
direkomendasikan untuk produksi komersial.
</summary>
<dc:date>2025-12-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135" rel="alternate"/>
<author>
<name>Haryo Nugroho, Budi</name>
</author>
<author>
<name>Garniati Rahayu, Riana</name>
</author>
<author>
<name>Handayani, Novia</name>
</author>
<author>
<name>Muzhaffar Adib, Dzaki</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135</id>
<updated>2026-03-10T07:55:27Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang
Haryo Nugroho, Budi; Garniati Rahayu, Riana; Handayani, Novia; Muzhaffar Adib, Dzaki
Peningkatan jumlah penduduk di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang yang diiringi dengan&#13;
meningkatnya jumlah kebutuhan ruang bermukim yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan&#13;
menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan yang layak untuk permukiman.&#13;
Kebutuhan analisis perhitungan daya dukung dan daya tamping untuk mempersiapkan&#13;
kebutuhan lahan kawasan permukiman di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menghitung potensi daya dukung dan kapasitas daya tampung lahan permukiman untuk&#13;
20 tahun yang akan datang. Metode kuantitatif deskriptif dan spasial merupakan metode&#13;
analisis dalam penelitian ini yang menggunakan teknik perhitungan Satuan Kemampuan Lahan&#13;
(SKL) dan analisis berbasis GIS. Dari penelitian ini, hasil menunjukkan bahwa dari segi daya&#13;
dukung lahan, kawasan studi saat ini masih mencukupi untuk menampung pertumbuhan&#13;
permukiman. Analisis daya tampung juga menunjukkan kapasitas yang relatif masih memadai,&#13;
meskipun perlu diimbangi dengan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dan pemenuhan&#13;
infrastruktur dasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan permukiman&#13;
di Kecamatan Mauk, Kecamatan Kemiri dan Kecamatan Sukadiri masih memungkinkan,&#13;
dengan catatan adanya perencanaan berbasis lingkungan. Kajian lebih lanjut disarankan untuk&#13;
memperhitungkan faktor yang berfokus terhadap ketersediaan dan kualitas air dan melakukan&#13;
kajian dengan data-data terbaru.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren</title>
<link href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130" rel="alternate"/>
<author>
<name>Madjid, Kusmalinda</name>
</author>
<author>
<name>Sukardi, Febiyanti</name>
</author>
<author>
<name>Salma Kurniawan, Najwa</name>
</author>
<author>
<name>Rifat Garnida Gunandi, Muhammad</name>
</author>
<author>
<name>Attala Putra, Rayhan</name>
</author>
<author>
<name>Nashwa Fawziya, Syifa</name>
</author>
<author>
<name>Rizqi, Miftahul</name>
</author>
<id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</id>
<updated>2026-03-10T02:07:20Z</updated>
<published>2026-02-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren
Madjid, Kusmalinda; Sukardi, Febiyanti; Salma Kurniawan, Najwa; Rifat Garnida Gunandi, Muhammad; Attala Putra, Rayhan; Nashwa Fawziya, Syifa; Rizqi, Miftahul
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan urban sering kali&#13;
muncul dari inisiatif lokal yang tumbuh secara organik. Penelitian ini mengkaji&#13;
fenomena Kampung Bambu Kuning di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang telah&#13;
ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu "Kampung Tematik" dengan&#13;
keunikan subkultur pesepeda. Fokus utama penelitian ini adalah merumuskan&#13;
kerangka perencanaan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism)&#13;
yang mengintegrasikan potensi lokal, dinamika sosial, dan aktivitas ekonomi yang&#13;
berkembang di sepanjang jalur gowes.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#13;
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan&#13;
pemetaan sosial melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku&#13;
usaha lokal untuk memetakan aspirasi komunitas. Analisis difokuskan pada bagaimana&#13;
interaksi sosial antara warga asli, pendatang, dan wisatawan pesepeda urban&#13;
membentuk identitas ruang yang unik di tengah keterbatasan akses fisik akibat&#13;
infrastruktur perkotaan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Bambu Kuning memiliki&#13;
modal sosial yang kuat berupa kohesi warga yang tinggi dan keterbukaan terhadap&#13;
pendatang. Potensi wisata utama terletak pada "Ruang Ketiga" (third space) berupa&#13;
warung-warung singgah yang menjadi titik kumpul yang terintegrasi dengan hunian&#13;
warga, serta vegetasi bambu kuning yang menjadi identitas visual kawasan. Strategi&#13;
pengembangan yang direkomendasikan adalah model perencanaan partisipatif yang&#13;
bertahap, meliputi penguatan kelembagaan informal, penataan ruang dengan&#13;
intervensi ringan (light intervention), dan penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah&#13;
tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Kampung Tematik ini&#13;
sangat bergantung pada kemampuan komunitas dalam menjaga keseimbangan antara&#13;
fungsi hunian dan aktivitas wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara&#13;
inklusif tanpa mengabaikan kenyamanan sosial warga setempat.
</summary>
<dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
