Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorMadjid, Kusmalinda-
dc.contributor.authorSukardi, Febiyanti-
dc.contributor.authorSalma Kurniawan, Najwa-
dc.contributor.authorRifat Garnida Gunandi, Muhammad-
dc.contributor.authorAttala Putra, Rayhan-
dc.contributor.authorNashwa Fawziya, Syifa-
dc.contributor.authorRizqi, Miftahul-
dc.date.accessioned2026-03-10T02:07:14Z-
dc.date.available2026-03-10T02:07:14Z-
dc.date.issued2026-02-
dc.identifier.urihttp://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130-
dc.description.abstractPengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan urban sering kali muncul dari inisiatif lokal yang tumbuh secara organik. Penelitian ini mengkaji fenomena Kampung Bambu Kuning di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu "Kampung Tematik" dengan keunikan subkultur pesepeda. Fokus utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka perencanaan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) yang mengintegrasikan potensi lokal, dinamika sosial, dan aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang jalur gowes. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan pemetaan sosial melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk memetakan aspirasi komunitas. Analisis difokuskan pada bagaimana interaksi sosial antara warga asli, pendatang, dan wisatawan pesepeda urban membentuk identitas ruang yang unik di tengah keterbatasan akses fisik akibat infrastruktur perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Bambu Kuning memiliki modal sosial yang kuat berupa kohesi warga yang tinggi dan keterbukaan terhadap pendatang. Potensi wisata utama terletak pada "Ruang Ketiga" (third space) berupa warung-warung singgah yang menjadi titik kumpul yang terintegrasi dengan hunian warga, serta vegetasi bambu kuning yang menjadi identitas visual kawasan. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah model perencanaan partisipatif yang bertahap, meliputi penguatan kelembagaan informal, penataan ruang dengan intervensi ringan (light intervention), dan penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Kampung Tematik ini sangat bergantung pada kemampuan komunitas dalam menjaga keseimbangan antara fungsi hunian dan aktivitas wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara inklusif tanpa mengabaikan kenyamanan sosial warga setempat.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Indonesiaen_US
dc.subjectCommunity Based Tourismen_US
dc.subjectKampung Tematiken_US
dc.subjectSubkultur Pesepedaen_US
dc.subjectPotensi Lokalen_US
dc.subjectPerencanaan Partisipatifen_US
dc.titleKajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Arenen_US
Appears in Collections:2. Penelitian Mandiri (S1PWK)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
LPD 2026 005 - Kusmalinda Madjid, ST., MSi. (1).pdfDIGITAL FILE488.36 kBAdobe PDFView/Open
Laporan Penelitian Ganjil 2025.2026 Kusmalinda.M_Signed (1).pdf
  Restricted Access
SURAT KETERANGAN PERPUSTAKAAN997.47 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.