<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/114">
    <title>DSpace Collection: Kumpulan hasil karya tulisan Civitas Akademika ITI di Jurnal Iptek Institut Teknologi Indonesia</title>
    <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/114</link>
    <description>Kumpulan hasil karya tulisan Civitas Akademika ITI di Jurnal Iptek Institut Teknologi Indonesia</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1382" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1206" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-19T21:45:14Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1382">
    <title>Pemanfaatan Limbah Dedak Padi Menjadi Minyak Sebagai Bahan Baku Obat (The Utilization of Rice Bran Waste to Oil as Raw Material for Medicine)</title>
    <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1382</link>
    <description>Title: Pemanfaatan Limbah Dedak Padi Menjadi Minyak Sebagai Bahan Baku Obat (The Utilization of Rice Bran Waste to Oil as Raw Material for Medicine)
Authors: Enjarlis, Enjarlis; Handayani, Sri; Abrar, Melati Zahra Nur; Bellanimalona, Olivia Yolanda
Abstract: Dedak padi adalah hasil samping dari pengolahan padi yang umumnya digunakan untuk makanan&#xD;
ternak. Minyak dedak padi dapat digunakan sebagai bahan baku bidang farmasi, kosmetik, dan minyak&#xD;
pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi asam fosfat dan jenis&#xD;
adsorben terbaik yang digunakan dalam pemurnian minyak dedak padi dan diharapkan akan diperoleh&#xD;
minyak dedak padi yang memenuhi standar baku mutu untuk obat dengan melihat 4 parameter, yaitu&#xD;
bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan iodin, dan komposisi asam lemak. Proses pemurnian&#xD;
dilakukan dengan 3 tahap, yaitu proses degumming, netralisasi, dan adsorpsi. Variabel konsentrasi&#xD;
asam fosfat yang digunakan, yaitu 6, 9, dan 12% (v/v) terhadap minyak dan jenis adsorben, yaitu zeolit&#xD;
dan bentonit dengan pemakaian adorben 25% dari berat minyak dedak padi kasar. Hasil penelitian&#xD;
didapatkan bilangan asam dari tiap variabel konsentrasi berturut-turut nilainya adalah 11,54; 6,6;&#xD;
6,64%, bilangan peroksida adalah 10; 9,77; 2,36 mgrek/kg, dan bilangan iodin adalah 103,50; 126,45&#xD;
dan 73,42 gr I2/gr minyak. Hasil pemurnian terbaik dari ketiga parameter tersebut terdapat pada&#xD;
konsentrasi asam fosfat 9% yang kemudian dilanjutkan dengan proses netralisasi menggunakan NaOH&#xD;
dan proses adsorpsi dengan menggunakan dua jenis adsorben, yaitu zeolit dan bentonit. Hasil analisis&#xD;
asam lemak menggunakan GCMS pada adsorben zeolit adalah 41,4% asam oleat dan 25,7% asam&#xD;
linoleat, dan pada adsorben bentonit adalah 42,6% asam oleat dan 20,7% asam linoleat. Dari hasil&#xD;
analisis asam lemak tersebut, kedua jenis adsorben baik zeolit maupun bentonit dapat digunakan&#xD;
sebagai adsorben pada proses pemurnian minyak dedak padi karena memberikan nilai komposisi asam&#xD;
lemak yang memenuhi persyaratan sebagai bahan baku obat.</description>
    <dc:date>2021-08-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1206">
    <title>Optimasi Proses Produksi Tepung Talas (Colocasia esculenta, L. Schott) Termodifikasi Secara Fermentasi</title>
    <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1206</link>
    <description>Title: Optimasi Proses Produksi Tepung Talas (Colocasia esculenta, L. Schott) Termodifikasi Secara Fermentasi
Authors: Nurani, Darti; Sukotjo, Setiarti; Nurmalasari, Intan
Abstract: Tepung talas termodifikasi diharapkan dapat mensubsitusikantepung terigu untuk industri pangan berbasis tepung.  Namun,  kondisi  proses  produksi  tepung  talas  termodifikasi  secara  fermentasi  belum  diketahui. Penelitian ini bertujuan menentukan metode dan waktu fermentasi yang optimal untuk memproduksi tepung talas termodifikasi. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial 2 X 5, terdiri atas dua faktor yaitu metode fermentasidan waktu fermentasi, dengan 3kali ulangan. Faktor metode fermentasi  terdiri  atas  dua  taraf,  yaitu  fermentasispontan  dan  fermentasi  menggunakan  kultur  murni Lactobacillus plantarum,IS-20506 10%. Faktor waktu fermentasi terdiri atas 5 taraf, yaitu 0 jam, 12 jam, 24 jam,  48  jam,  dan  72  jam.Analisisyang  dilakukan  meliputi analisistotal Bakteri Asam Laktat  dan nilai pH cairan  rendaman  talas  pada  jam  ke  0, 12,  24, 48 dan 72 fermentasi.  Disamping  itu dilakukan  pula analisis kadar  pati,  kadar  serat  kasar,  kadar  air  dan  pengukuran  viskositas  tepung  talas  termodifikasi  yang dihasilkan  pada  fermentasi  jam  ke  0,  12,  24,  48  dan  72.  Berdasarkan  hasil  penelitian,  diperoleh  bahwa kondisi  proses  fermentasi  yang  optimal  untuk  memproduksi  tepung  talas  termodifikasi  adalah fermentasi menggunakan   kultur  murni   Lactobacillus  plantarum, IS-20506 selama   48   jam.   Produk   tepung   talas termodifikasi yang dihasilkan memiliki kadar pati sebesar 73,81%,  kadar serat kasar sebesar 2,36%, kadar air 13,11% dan viskositas sebesar 570 cP</description>
    <dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

