<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: Tugas Akhir Mahasiswa S1 Teknik Mesin</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/63" />
  <subtitle>Tugas Akhir Mahasiswa S1 Teknik Mesin</subtitle>
  <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/63</id>
  <updated>2026-03-11T07:35:43Z</updated>
  <dc:date>2026-03-11T07:35:43Z</dc:date>
  <entry>
    <title>ANALISA UNJUK KERJA RETROFIT MESIN PENDINGIN REFRIGERANT R600 PADA REFRIGERATOR 1 PINTU KAPASITAS 170 LITER DENGAN SOFTWARE COOLPACK</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3117" />
    <author>
      <name>Satriyo Utomo, Arif</name>
    </author>
    <author>
      <name>Haq, Imaddudin</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3117</id>
    <updated>2026-02-10T07:31:35Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISA UNJUK KERJA RETROFIT MESIN PENDINGIN REFRIGERANT R600 PADA REFRIGERATOR 1 PINTU KAPASITAS 170 LITER DENGAN SOFTWARE COOLPACK
Authors: Satriyo Utomo, Arif; Haq, Imaddudin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem refrigerasi dengan&#xD;
menggunakan refrigeran R600 melalui metode perhitungan langsung serta simulasi&#xD;
perangkat lunak Coolpack. Hasil perhitungan manual menunjukkan bahwa pada&#xD;
kondisi tanpa beban, sistem memiliki nilai Coefficient of Performance (COP)&#xD;
sebesar 2,87 dengan daya kompresor 26,1 watt. Namun, pada kondisi berbeban,&#xD;
nilai COP menurun signifikan menjadi 0,19 dengan daya kompresor 393,7 watt.&#xD;
Sementara itu, hasil simulasi melalui Coolpack memperlihatkan bahwa kebutuhan&#xD;
daya kompresor tanpa beban adalah 49,69 watt dan meningkat menjadi 86,94 watt&#xD;
pada kondisi berbeban. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa&#xD;
untuk menghasilkan kapasitas pendinginan sebesar 75 watt, sistem refrigerasi&#xD;
berbasis R600 membutuhkan daya kompresor sebesar 86,94 watt pada kondisi&#xD;
berbeban dan 49,69 watt pada kondisi tanpa beban.
Description: Dosen Pembimbing:  Imaddudin Haq, ST.,MT.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>MODIFIKASI TRANSMISSION NECK MESIN TANAM PADI JAJAR LEGOWO MENDUKUNG OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN DI LAHAN TERASERING</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3101" />
    <author>
      <name>Triyono, Triyono</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hendrawan, Iyus</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3101</id>
    <updated>2026-01-06T02:34:03Z</updated>
    <published>2025-02-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: MODIFIKASI TRANSMISSION NECK MESIN TANAM PADI JAJAR LEGOWO MENDUKUNG OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN DI LAHAN TERASERING
Authors: Triyono, Triyono; Hendrawan, Iyus
Abstract: Salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi produktivitas pertanian adalah&#xD;
dengan memanfaatkan teknologi modern dalam penanaman padi, khususnya&#xD;
melalui penerapan mesin tanam padi atau rice transplanter. Tugas akhir ini&#xD;
bertujuan untuk merancang dan mengoptimalkan pemanfaatan rice transplanter&#xD;
pada lahan terasering dengan menciptakan sistem modular leher transmisi yang&#xD;
dapat dirakit dan dibongkar dengan mudah, tanpa mengurangi fungsi maupun&#xD;
kekuatannya. Proyek ini mencakup proses desain, simulasi, dan pengujian sistem&#xD;
modular rice transplanter melalui uji beban statis. Dalam sistem transmisi, sproket&#xD;
yang digunakan memiliki 9 gigi, sementara bevel gear memiliki 18 gigi. Hasil&#xD;
simulasi menunjukkan bahwa setiap poros yang diuji memiliki faktor keamanan&#xD;
(FOS) yang memadai, dan berbagai upaya pengoptimalan desain telah dilakukan&#xD;
agar siap untuk tahap manufaktur. Secara rinci, poros depan memiliki nilai FOS&#xD;
sebesar 2, sedangkan poros belakang mencapai FOS 2,1, menggunakan material&#xD;
AISI 1045 yang memiliki yield strength sebesar 530 N/m². Proses manufaktur&#xD;
modul leher transmisi juga diuraikan, menyoroti efisiensi dalam desain serta&#xD;
produksi komponen. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan dapat&#xD;
meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja dalam proses&#xD;
penanaman padi, menjadikannya sebagai solusi inovatif untuk tantangan yang&#xD;
dihadapi dalam pertanian modern.
Description: Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Iyus Hendrawan, M.Si, IPU</summary>
    <dc:date>2025-02-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RANCANGAN PENAMBAHAN FASILITAS HEAVY VOLUME LOW-SPEED (HVLS) FAN GUNA OPTIMALISASI PENGKONDISIAN UDARA DI CHECK IN AREA BANDARA SYAMSUDIN NOOR – BANJARMASIN</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3100" />
    <author>
      <name>Lintang, Nurul</name>
    </author>
    <author>
      <name>Victor Tuapetel, Jones</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3100</id>
    <updated>2026-01-06T02:10:36Z</updated>
    <published>2025-08-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: RANCANGAN PENAMBAHAN FASILITAS HEAVY VOLUME LOW-SPEED (HVLS) FAN GUNA OPTIMALISASI PENGKONDISIAN UDARA DI CHECK IN AREA BANDARA SYAMSUDIN NOOR – BANJARMASIN
Authors: Lintang, Nurul; Victor Tuapetel, Jones
Abstract: High Volume Low Speed (HVLS) fan adalah jenis kipas yang dirancang untuk&#xD;
mengalirkan udara dalam volume besar dengan kecepatan rendah guna&#xD;
mengoptimalkan distribusi udara serta meningkatkan kenyamanan termal pada&#xD;
ruangan yang memiliki atap yang tinggi. Area terminal keberangkatan bandara&#xD;
Syamsudin Noor – Banjarmasin memiliki luasan sebesar 5.750 m² dan tinggi&#xD;
mencapai 18 m telah dilengkapi dengan fasilitas pendinginan udara tersentral. Saat&#xD;
ini tidak semua area pada terminal tersebut digunakan, mengaktifkan Air Handling&#xD;
Unit (AHU) pada area yang tidak dioperasional akan memberikan beban daya&#xD;
berlebih. Untuk itu diperlukan sebuah fan besar untuk mengoptimalkan distribusi&#xD;
udara di area tersebut. Metode Analisa yang digunakan adalah dengan manual&#xD;
kalkulasi berdasarkan peraturan dan standar serta menggunakan aplikasi Ansys dan&#xD;
CBE Thermal Tools sebagai visualisasi. Untuk mengoptimalkan distribusi udara&#xD;
serta meningkatkan kenyamanan termal Beban pendinginan yang dibutuhkan di&#xD;
area tersebut sebesar 2.810.502,17 Btu/h. Konfigurasi HVLS fan yang digunakan&#xD;
sebanyak 4 (empat) unit dengan diameter kipas sebesar 2,1 m dan 2 unit 1,8 m dan&#xD;
diberikan jarak pemasangan sejauh 10 m untuk masing-masing HVLS fan. Dengan&#xD;
menambah HVLS fan pada area tersebut dapat mengurangi daya dan biaya&#xD;
mencapai 47%.
Description: Dosen Pembimbing: Ir. Jones Victor Tuapetel ST, MT, Ph.D, IPM, ASEAN-Eng</summary>
    <dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN METODE TIDAK LANGSUNG DAN HEAT RATE PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) IPP KALBAR 1 (2X100 MW) UNIT 1</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3088" />
    <author>
      <name>Hendra Cahyono, Faris</name>
    </author>
    <author>
      <name>Victor Tuapetel, Jones</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3088</id>
    <updated>2025-12-11T02:50:27Z</updated>
    <published>2025-08-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN METODE TIDAK LANGSUNG DAN HEAT RATE PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) IPP KALBAR 1 (2X100 MW) UNIT 1
Authors: Hendra Cahyono, Faris; Victor Tuapetel, Jones
Abstract: PLTU IPP Kalbar I Bengkayang Unit 1 berperan penting dalam memenuhi&#xD;
kebutuhan listrik di Kalimantan Barat dan mengurangi impor listrik dari Malaysia&#xD;
hingga 30%. Keandalan dan efisiensi operasional menjadi fokus utama, terutama dalam&#xD;
menganalisa kehilangan panas (heat losses) pada boiler dan dampaknya terhadap&#xD;
efisiensi pembangkit. Efisiensi boiler merupakan indikator penting dalam kinerja&#xD;
PLTU, yang dapat dihitung melalui metode langsung dan tidak langsung. Dalam&#xD;
penelitian ini, digunakan metode tidak langsung (ASME PTC-4-1), yang&#xD;
mengidentifikasi berbagai sumber kehilangan panas untuk mengetahui akar penyebab&#xD;
inefisiensi. Tiga faktor utama penyebab kehilangan panas adalah gas buang kering&#xD;
(L1), pembentukan air dari hidrogen bahan bakar (L2), dan kandungan air dalam bahan&#xD;
bakar (L3). Kehilangan panas terbesar berasal dari gas buang kering, mencapai 7,059%&#xD;
sebelum overhaul Februari 2024, turun menjadi 6,615% setelah overhaul Maret 2024,&#xD;
dan naik lagi menjadi 6,818% pada Agustus 2024. Perubahan ini mencerminkan&#xD;
fluktuasi efisiensi boiler. Seiring itu, nilai heat rate jumlah energi yang dibutuhkan&#xD;
untuk menghasilkan 1 kWh Listrik mengalami kenaikan dari 8950,04 kJ/kWh pada&#xD;
2020 menjadi 10689,17 kJ/kWh pada Agustus 2024, menunjukkan penurunan efisiensi&#xD;
energi secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar&#xD;
kehilangan panas yang terjadi pada boiler, maka efisiensi akan menurun dan heat rate&#xD;
akan meningkat. Artinya, hubungan antara efisiensi dan heat rate bersifat berbanding&#xD;
terbalik. Oleh karena itu, efisiensi pembangkit dapat ditingkatkan dengan&#xD;
meminimalkan kehilangan panas melalui perawatan berkala, pengendalian&#xD;
pembakaran, serta penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang baik. Penelitian ini&#xD;
diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi teknis untuk pengoptimalan kinerja boiler dan&#xD;
sistem pembangkitan secara keseluruhan.
Description: Dosen Pembimbing: Ir. Jones Victor Tuapetel ST, MT, Ph.D, IPM, ASEAN-Eng</summary>
    <dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

