Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/825
Full metadata record
DC Field | Value | Language |
---|---|---|
dc.contributor.advisor | Allesio Toriana | - |
dc.contributor.advisor | Galuh Fajar Sunarto Putra | - |
dc.contributor.author | Aisyah, Tita | - |
dc.contributor.author | Hapsari, Novy | - |
dc.contributor.author | Saharudin, Saharudin | - |
dc.date.accessioned | 2021-09-10T10:39:22Z | - |
dc.date.available | 2021-09-10T10:39:22Z | - |
dc.date.issued | 2021-09 | - |
dc.identifier.uri | http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/825 | - |
dc.description | LAPORAN PENELITIAN DANA INTERNAL PERGURUAN TINGGI | en_US |
dc.description.abstract | Tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di kalangan rakyat Indonesia. Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rizhopus oligoporus sehingga terbentuk massa yang padat dan diselimuti oleh selaput hifa jamur berwarna putih yang seragam. Proses fermentasi pada kedelai dapat meningkatkan nilai nutrisi, sifat organoleptic, dan kecernaan produk, serta meningkatkan ketersediaan hayati protein, karbohidrat, dan lipid, dalam ukuran yang mudah dicerna(Santhirasegaram et al., 2016)(Mukherjee et al., n.d.). Pada saat ini, umumnya tempe dibuat oleh industri skala rumah tangga. Dari hasil observasi proses produksi tempe, proses yang sangat memakan tenaga dan kritis, ada 2, yaitu pengelupasan yang dilakukan secara manual dan proses fermentasi. Proses fermentasi, merupakan salah satu bagian yang sangat kritis, karena membutuhkan kondisi lingkungan yang stabil suhunya pada sekitar 301oC, kelembapan sedang, dan dengan ventilasi yang baik (udara dapat mengalir). Perkembangan teknologi yang sangat pesat seperti sekarang ini, masih banyak pengrajin tempe yang proses pembuatannya masih dilakukan secara manual dan bergantung pada iklim cuaca. Proses fermentasi tempe berlangsung selama 24 jam. Pada penelitian ini dibuat alat optimalisasi fermentasi tempe dengan mesin inkubator berukuran 80cm x 175cm x 180 cm. Dalam sekali produksi, inkubator fermentasi tempe dapat menampung 240 tempe. Arduino Mega 2560 mengolah data yang diterima dari 3 buah sensor DHT22, untuk menaikan suhu ruang menggunakan heater, sementara menurunkan suhu ruang menggunakan kipas. Inkubator ini juga mengendalikan kondisi suhu ruang alat fermentasi pada suhu yang diinginkan, yaitu 31oC sampai dengan 34oC. | en_US |
dc.language.iso | other | en_US |
dc.publisher | Institut Teknologi Indonesia | en_US |
dc.subject | Terowongan Angin | en_US |
dc.subject | Honey Comb | en_US |
dc.subject | Inverter | en_US |
dc.title | RANCANG BANGUN INKUBATOR UNTUK OPTIMALISASI FERMENTASI PADA PRODUKSI TEMPE | en_US |
dc.type | Other | en_US |
Appears in Collections: | 1. Penelitian Hibah (S1EL) |
Files in This Item:
File | Description | Size | Format | |
---|---|---|---|---|
RANCANG BANGUN INKUBATOR UNTUK OPTIMALISASI FERMENTASI PADA PRODUKSI TEMPE.pdf Restricted Access | FILE DIGITAL | 1.23 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.