Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1978
Title: KAJIAN PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL AIR MINUM DAN AIR LIMBAH (Studi Kasus: Kampung Perca Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor)
Authors: Karenina, Anna
Nijmah, Nadyah
Sugarmansyah, Ugay
Keywords: Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Ketersediaan
Kualitas
Air Minum
Air Limbah
Issue Date: 1-Sep-2023
Publisher: Institut Teknologi Indonesia
Abstract: Standar Pelayanan Minimal (SPM) air minum dan air limbah merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar air minum dan air limbah yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Kampung Perca merupakan salah satu kampung kota yang menjadi program kampung tematik yang saat ini sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bogor guna dalam melaksanakan program percepatan penanggulangan risiko kemiskinan serta memaksimalkan potensi lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pemenuhan Standar Pelayanan Minimal air minum dan air limbah di Kampung Perca Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan kepada beberapa penduduk. Berdasarkan hasil analisis, bahwa dalam penyediaan air minum dan air limbah penduduk Kampung Perca masih melayani kebutuhannya secara individu, yaitu dengan menggunakan air galon dan air sumur. Hasil analisis ketersediaan air minum di Kampung Perca yang digunakan setiap harinya sudah sesuai dengan ketentuan pemakaian jumlah liter air, yaitu minimal 60 liter/orang/hari dan memiliki kualitas air minum yang sudah baik sesuai dengan ketentuan, yaitu jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbusa, dan tidak berbau. Sedangkan hasil analisis pemenuhan pengolahan air limbah di Kampung Perca telah memiliki pengolahan air limbah domestik pada setiap rumah tangga berupa akses dasar sebesar 31,7 %, akses layak sebesar 53,7% dan akses aman sebesar 14,6%. Namun terdapat permasalahan jarak antara sumber air dengan tangki septik yang hanya sebesar 11% dari total keseluruhan responden yang telah memenuhi syarat jarak minimal 10 meter. Upaya yang perlu dilakukan dalam menangani permasalahan pelayanan jaringan air bersih oleh pemerintah daerah, yaitu menerapkan pelayanan air bersih berbasis masyarakat dengan membentuk sub unit pengelolaan air bersih dengan membangun sumur dalam, bak penampungan air dan pengadaan water meter yang dapat dibiayai oleh berbagai pihak dan diupayakan supaya lebih diperhatikannya proses pengolahan tinja komunal yang dapat dilaksanakan oleh penduduk sekitar dengan diberikan arahan oleh ahli.
Description: Dosen pembimbing I : Ugay Sugarmansyah; Dosen pembimbing II : Anna Karenina
URI: http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/1978
Appears in Collections:[TA] Perencanaan Wilayah dan Kota

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
1 COVER.pdfCOVER70.01 kBAdobe PDFView/Open
2 ABSTRAK.pdfABSTRAK217.54 kBAdobe PDFView/Open
3 BAB I.pdfBAB I568.79 kBAdobe PDFView/Open
4 BAB II.pdf
  Restricted Access
BAB II339.72 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
5 BAB III.pdf
  Restricted Access
BAB III413.67 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
6 BAB IV.pdf
  Restricted Access
BAB IV2.42 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
7 BAB V.pdfBAB V226.43 kBAdobe PDFView/Open
8 DAFTAR PUSTAKA.pdfDAFTAR PUSTAKA215.11 kBAdobe PDFView/Open
9 FULL TEXT.pdf
  Restricted Access
FULL TEXT4.23 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.