<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Community: Research and Community Service reports produced by Lecturers of the Indonesian Institute of Technology (ITI).</title>
    <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/66</link>
    <description>Research and Community Service reports produced by Lecturers of the Indonesian Institute of Technology (ITI).</description>
    <pubDate>Sun, 12 Apr 2026 21:02:14 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-12T21:02:14Z</dc:date>
    <image>
      <title>DSpace Community: Research and Community Service reports produced by Lecturers of the Indonesian Institute of Technology (ITI).</title>
      <url>http://repository.iti.ac.id:80/retrieve/7ea2d227-af6e-4194-82a8-bab65ef00567/COLLECTIONS OF ITIANA (400 x 50 px) (3).png</url>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/66</link>
    </image>
    <item>
      <title>DOKUMENTASI SISTEM STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BAMBU DI RESTORAN GUBUG BERKAH, SERPONG</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3139</link>
      <description>Title: DOKUMENTASI SISTEM STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BAMBU DI RESTORAN GUBUG BERKAH, SERPONG
Authors: Findanavy Ridzqo, Intan
Abstract: Bambu merupakan material konstruksi berkelanjutan yang memiliki potensi struktural tinggi&#xD;
namun seringkali minim dokumentasi teknis yang terstandar. Kegiatan pengabdian kepada&#xD;
masyarakat ini bertujuan untuk melakukan dokumentasi sistem struktur dan konstruksi&#xD;
bambu di Restoran Gubug Berkah, Serpong, sebagai upaya preservasi pengetahuan arsitektur&#xD;
alami. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dengan melibatkan mahasiswa&#xD;
sebagai surveyor inti yang dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan zonasi&#xD;
massa bangunan. Proses pengumpulan data meliputi pengukuran presisi menggunakan&#xD;
meteran laser, pembuatan sketsa on-the-spot untuk menangkap detail sambungan (joint),&#xD;
serta dokumentasi fotografi. Data lapangan tersebut kemudian diolah menjadi dokumen&#xD;
presentasi dan produk akhir berupa poster edukasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan&#xD;
bahwa integrasi antara teknik konstruksi tradisional dan kebutuhan ruang komersial modern&#xD;
dapat didokumentasikan secara sistematis untuk menghasilkan literatur visual yang akurat.&#xD;
Poster edukasi yang dihasilkan berfungsi sebagai media informasi teknis bagi akademisi,&#xD;
praktisi, dan pemilik bangunan dalam memahami logika struktur bentang lebar pada bambu,&#xD;
sekaligus menjadi panduan pemeliharaan bangunan di masa depan.</description>
      <pubDate>Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3139</guid>
      <dc:date>2026-03-12T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138</link>
      <description>Title: Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0
Authors: Findanavy Ridzqo, Intan
Abstract: Ketersediaan lahan dan harga hunian di tengah ibukota semakin sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal&#xD;
ini mendorong industri properti menawarkan hunian berupa rumah tapak di kota-kota satelit penyangga&#xD;
ibukota. Pembangunan perumahan yang massif ini seringkali kurang mempertimbangkan aspek&#xD;
ketahanan bangunan terhadap bencana alam. Struktur bangunan tidak memiliki perkuatan khusus&#xD;
terhadap beban lateral, terutama gempa, sehingga banyak bangunan yang mengalami kerusakan. Pada&#xD;
tahap merancang bangunan oleh arsitek dan mahasisswa arsitektur, seringkali melakukan analisis&#xD;
pengujian struktur sebatas kajian awal untuk memastikan kekuatan dan penempatan elemen struktur&#xD;
tidak mengurangi efektifitas penggunaan ruang dan estetika. Salah satu perangkat lunak untuk&#xD;
mengkaji kehandalan bangunan melalui pengujian gaya lateral gempa yang sering diperkenalkan&#xD;
dalam pendidikan arsitektur adalah Resist. Penelitian kali ini bertujuan mengeksplorasi perangkat&#xD;
Resist dalam menganalisis geometri bentuk bangunan yang kompleks. Dan ternyata Resist sangat&#xD;
membantu dalam tahap preliminary design sebelum suatu rancangan diteruskan pada tahap&#xD;
perhitungan struktur secara lebih teliti.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138</guid>
      <dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>EDUKASI GIZI KOMUNITAS: PENENTUAN ANGKA KECUKUPAN GIZI MIE BASAH LABU KUNING BAGI IBU PKK DESA LENGKONG KULON KECAMATAN PAGEDANGAN KABUPATEN TANGERANG</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3137</link>
      <description>Title: EDUKASI GIZI KOMUNITAS: PENENTUAN ANGKA KECUKUPAN GIZI MIE BASAH LABU KUNING BAGI IBU PKK DESA LENGKONG KULON KECAMATAN PAGEDANGAN KABUPATEN TANGERANG
Authors: Amar, Abu; Sukotjo, Setiarti; Makosim, Syahril; Nurani, Darti; Leonita, Shinta; Allam Suyuthi, Muyassar; Sidik, Gusmon
Abstract: Masyarakat desa Lengkong Kulon kecamatan Pagedangan Kabuoaten Tangerang&#xD;
telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan proses produksi mie labu kuning&#xD;
(Cucurbita moshata) tahun 2024 yang dilaksanakan oleh tim Pengabdi prodi&#xD;
Teknologi Industri Pertanian Institut Teknologi Indonesia. Sebagian besar ibu ibu&#xD;
PKK nya sudah mampu memproduksinya. Untuk kelanjutan program pengabdian&#xD;
masyarakat tahun ini adalah edukasi Gizi komunitas desa Lengkong Kulon.&#xD;
Kegiatan ini focus pada Penenntuan angka kecukupan gizi produk mie basah labu&#xD;
kuning (Cucurbita moschata). Metode yang dilakukan pelatihan dan pendampingan&#xD;
di lbalai desa Lengkong Kulon yang dilaksanakan secara vertahap. Tahap&#xD;
sosialisasi pengenalan dan pelaksanaan pretest, penjelasan secara umum&#xD;
memnegani gizi masyarakat dan dilanjutkan dengan postest. Kegiatan berikutnya&#xD;
adalah penentuan angka kecukupan Gizi mie basah labu kuning dan peracikan menu&#xD;
berbasis mie basah labu kuning. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa&#xD;
pengetaun dasar gizi mengalami peningkatan setinggi 47,4% dari semula rata rata&#xD;
pemahaman tentang gizi memiliki nilai 40 meningkat dengan rata rata memiliki&#xD;
nilai 59. Ketrampilan untuk penentuan Angka kecukupan Gizi mie basah labu&#xD;
kuning relative baik, dan ketrampilan peracikan menu berbasis mie labu kuning&#xD;
memiliki penilaian baik (76 dari skala sempurna/baik sekali antara 85- 100).</description>
      <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3137</guid>
      <dc:date>2025-12-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</link>
      <description>Title: PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER
Authors: Leonita, Shinta; Amar, Abu; Nurani, Darti; Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar; Makosim, Syahril; Asad Madani, Abdillah
Abstract: Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai bahan baku&#xD;
alternatif tempe namun karakteristiknya sangat dipengaruhi oleh kultur starter.&#xD;
Penelitian ini bertujuan menganalisis profil asam lemak, mengevaluasi sifat&#xD;
sensoris, dan menentukan kultur terbaik menggunakan Rancangan Acak Kelompok&#xD;
(RAK) 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan kultur tempe lokal komersial (Jago,&#xD;
Raprima dan AtTempe), serta analisis uji hedonik organoleptik, kadar lemak total&#xD;
dan profil asam lemak. Hasil menunjukkan dominasi MUFA asam oleat (41,67–&#xD;
47,52%) yang memberikan stabilitas kimiawi, sementara PUFA rendah (linoleat&#xD;
1,66–4,92%; α-linolenat 2,32–3,09%) meminimalkan risiko oksidasi. Uji hedonik&#xD;
menegaskan kultur AtTempe sebagai terbaik dengan rata-rata kesukaan warna 3,67&#xD;
(netral-suka), rasa 3,47 (netral-suka), aroma 3,83 (netral-suka), dan tekstur 3,57&#xD;
(netral-suka), dengan perbedaan sangat signifikan pada rasa (p&lt;0,001) dan&#xD;
signifikan pada aroma (p=0,011) dibandingkan Raprima. Superioritas sensoris&#xD;
AtTempe dikaitkan dengan aktivitas enzim lipase optimal yang menghasilkan asam&#xD;
lemak bebas sebagai prekursor senyawa volatil tanpa kelebihan oksidasi,&#xD;
menghindari aroma langu. kultur AtTempe menghasilkan tempe berkualitas gizi&#xD;
unggul (tinggi MUFA) dan penerimaan sensoris terbaik, sehingga&#xD;
direkomendasikan untuk produksi komersial.</description>
      <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</guid>
      <dc:date>2025-12-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

