<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Community: Laporan Penelitian Dosen - Program Sarjana dan Diploma</title>
    <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/212</link>
    <description>Laporan Penelitian Dosen - Program Sarjana dan Diploma</description>
    <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 02:31:52 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-15T02:31:52Z</dc:date>
    <item>
      <title>Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138</link>
      <description>Title: Efisiensi Unit Sistem Struktur Lateral Gempa pada Bangunan Rumah Tinggal Dua Lantai Menggunakan Perangkat RESIST 4.0
Authors: Findanavy Ridzqo, Intan
Abstract: Ketersediaan lahan dan harga hunian di tengah ibukota semakin sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal&#xD;
ini mendorong industri properti menawarkan hunian berupa rumah tapak di kota-kota satelit penyangga&#xD;
ibukota. Pembangunan perumahan yang massif ini seringkali kurang mempertimbangkan aspek&#xD;
ketahanan bangunan terhadap bencana alam. Struktur bangunan tidak memiliki perkuatan khusus&#xD;
terhadap beban lateral, terutama gempa, sehingga banyak bangunan yang mengalami kerusakan. Pada&#xD;
tahap merancang bangunan oleh arsitek dan mahasisswa arsitektur, seringkali melakukan analisis&#xD;
pengujian struktur sebatas kajian awal untuk memastikan kekuatan dan penempatan elemen struktur&#xD;
tidak mengurangi efektifitas penggunaan ruang dan estetika. Salah satu perangkat lunak untuk&#xD;
mengkaji kehandalan bangunan melalui pengujian gaya lateral gempa yang sering diperkenalkan&#xD;
dalam pendidikan arsitektur adalah Resist. Penelitian kali ini bertujuan mengeksplorasi perangkat&#xD;
Resist dalam menganalisis geometri bentuk bangunan yang kompleks. Dan ternyata Resist sangat&#xD;
membantu dalam tahap preliminary design sebelum suatu rancangan diteruskan pada tahap&#xD;
perhitungan struktur secara lebih teliti.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3138</guid>
      <dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</link>
      <description>Title: PROFIL ASAM LEMAK DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) BERDASARKAN VARIASI KULTUR STARTER
Authors: Leonita, Shinta; Amar, Abu; Nurani, Darti; Indrakoesmaya Sachoemar, Suhendar; Makosim, Syahril; Asad Madani, Abdillah
Abstract: Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai bahan baku&#xD;
alternatif tempe namun karakteristiknya sangat dipengaruhi oleh kultur starter.&#xD;
Penelitian ini bertujuan menganalisis profil asam lemak, mengevaluasi sifat&#xD;
sensoris, dan menentukan kultur terbaik menggunakan Rancangan Acak Kelompok&#xD;
(RAK) 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan kultur tempe lokal komersial (Jago,&#xD;
Raprima dan AtTempe), serta analisis uji hedonik organoleptik, kadar lemak total&#xD;
dan profil asam lemak. Hasil menunjukkan dominasi MUFA asam oleat (41,67–&#xD;
47,52%) yang memberikan stabilitas kimiawi, sementara PUFA rendah (linoleat&#xD;
1,66–4,92%; α-linolenat 2,32–3,09%) meminimalkan risiko oksidasi. Uji hedonik&#xD;
menegaskan kultur AtTempe sebagai terbaik dengan rata-rata kesukaan warna 3,67&#xD;
(netral-suka), rasa 3,47 (netral-suka), aroma 3,83 (netral-suka), dan tekstur 3,57&#xD;
(netral-suka), dengan perbedaan sangat signifikan pada rasa (p&lt;0,001) dan&#xD;
signifikan pada aroma (p=0,011) dibandingkan Raprima. Superioritas sensoris&#xD;
AtTempe dikaitkan dengan aktivitas enzim lipase optimal yang menghasilkan asam&#xD;
lemak bebas sebagai prekursor senyawa volatil tanpa kelebihan oksidasi,&#xD;
menghindari aroma langu. kultur AtTempe menghasilkan tempe berkualitas gizi&#xD;
unggul (tinggi MUFA) dan penerimaan sensoris terbaik, sehingga&#xD;
direkomendasikan untuk produksi komersial.</description>
      <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3136</guid>
      <dc:date>2025-12-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135</link>
      <description>Title: Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang
Authors: Haryo Nugroho, Budi; Garniati Rahayu, Riana; Handayani, Novia; Muzhaffar Adib, Dzaki
Abstract: Peningkatan jumlah penduduk di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang yang diiringi dengan&#xD;
meningkatnya jumlah kebutuhan ruang bermukim yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan&#xD;
menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan yang layak untuk permukiman.&#xD;
Kebutuhan analisis perhitungan daya dukung dan daya tamping untuk mempersiapkan&#xD;
kebutuhan lahan kawasan permukiman di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan&#xD;
untuk menghitung potensi daya dukung dan kapasitas daya tampung lahan permukiman untuk&#xD;
20 tahun yang akan datang. Metode kuantitatif deskriptif dan spasial merupakan metode&#xD;
analisis dalam penelitian ini yang menggunakan teknik perhitungan Satuan Kemampuan Lahan&#xD;
(SKL) dan analisis berbasis GIS. Dari penelitian ini, hasil menunjukkan bahwa dari segi daya&#xD;
dukung lahan, kawasan studi saat ini masih mencukupi untuk menampung pertumbuhan&#xD;
permukiman. Analisis daya tampung juga menunjukkan kapasitas yang relatif masih memadai,&#xD;
meskipun perlu diimbangi dengan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dan pemenuhan&#xD;
infrastruktur dasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan permukiman&#xD;
di Kecamatan Mauk, Kecamatan Kemiri dan Kecamatan Sukadiri masih memungkinkan,&#xD;
dengan catatan adanya perencanaan berbasis lingkungan. Kajian lebih lanjut disarankan untuk&#xD;
memperhitungkan faktor yang berfokus terhadap ketersediaan dan kualitas air dan melakukan&#xD;
kajian dengan data-data terbaru.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135</guid>
      <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren</title>
      <link>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</link>
      <description>Title: Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren
Authors: Madjid, Kusmalinda; Sukardi, Febiyanti; Salma Kurniawan, Najwa; Rifat Garnida Gunandi, Muhammad; Attala Putra, Rayhan; Nashwa Fawziya, Syifa; Rizqi, Miftahul
Abstract: Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan urban sering kali&#xD;
muncul dari inisiatif lokal yang tumbuh secara organik. Penelitian ini mengkaji&#xD;
fenomena Kampung Bambu Kuning di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang telah&#xD;
ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu "Kampung Tematik" dengan&#xD;
keunikan subkultur pesepeda. Fokus utama penelitian ini adalah merumuskan&#xD;
kerangka perencanaan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism)&#xD;
yang mengintegrasikan potensi lokal, dinamika sosial, dan aktivitas ekonomi yang&#xD;
berkembang di sepanjang jalur gowes.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#xD;
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan&#xD;
pemetaan sosial melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku&#xD;
usaha lokal untuk memetakan aspirasi komunitas. Analisis difokuskan pada bagaimana&#xD;
interaksi sosial antara warga asli, pendatang, dan wisatawan pesepeda urban&#xD;
membentuk identitas ruang yang unik di tengah keterbatasan akses fisik akibat&#xD;
infrastruktur perkotaan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Bambu Kuning memiliki&#xD;
modal sosial yang kuat berupa kohesi warga yang tinggi dan keterbukaan terhadap&#xD;
pendatang. Potensi wisata utama terletak pada "Ruang Ketiga" (third space) berupa&#xD;
warung-warung singgah yang menjadi titik kumpul yang terintegrasi dengan hunian&#xD;
warga, serta vegetasi bambu kuning yang menjadi identitas visual kawasan. Strategi&#xD;
pengembangan yang direkomendasikan adalah model perencanaan partisipatif yang&#xD;
bertahap, meliputi penguatan kelembagaan informal, penataan ruang dengan&#xD;
intervensi ringan (light intervention), dan penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah&#xD;
tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Kampung Tematik ini&#xD;
sangat bergantung pada kemampuan komunitas dalam menjaga keseimbangan antara&#xD;
fungsi hunian dan aktivitas wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara&#xD;
inklusif tanpa mengabaikan kenyamanan sosial warga setempat.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</guid>
      <dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

