<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat (Bina Lingkar Kampus)</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/851" />
  <subtitle>Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat (Bina Lingkar Kampus)</subtitle>
  <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/851</id>
  <updated>2026-04-15T05:53:35Z</updated>
  <dc:date>2026-04-15T05:53:35Z</dc:date>
  <entry>
    <title>PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) DI KAMPUNG TEMPE KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/858" />
    <author>
      <name>Sukotjo, Setiarti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Amar, Abu</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nurani, Darti</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/858</id>
    <updated>2021-09-15T08:38:14Z</updated>
    <published>2021-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) DI KAMPUNG TEMPE KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN
Authors: Sukotjo, Setiarti; Amar, Abu; Nurani, Darti
Abstract: Kelurahan Kedaung Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan yang ditetapkan&#xD;
sebagai Kampung pengrajin Tempe, selama ini sudah menjadi sentra industri rumah tangga&#xD;
produk Tempe yang cukup terkenal di Tangerang Selatan dan sekitarnya. Namun yang akan&#xD;
menjadi bahan untuk Abdimas tahap ini adalah pengrajin Tempe yang menghasilkan tempe&#xD;
segar yang siap dipasarkan. Hal ini dipilih karena total kedelai yang sudah diolah menjadi&#xD;
tempe tidak kurang dari 2 ton per hari. Kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan sebelumnya,&#xD;
yang mengkaji tiga faktor yang berbeda dari kegiatan sebelumnya.&#xD;
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pengrajin adalah mayoritas pengrajin&#xD;
dalam proses produksi Tempe masih belum tentu sesuai dengan kaidah GMP. Hal ini&#xD;
dikarenakan tahapan proses produksinya masih dilakukan secara rutin turun temurun dan tidak&#xD;
sesuai dengan standard Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga produsen tempe di&#xD;
Kelurahan Kedaung belum dapat mengembangkan pemasaran produknya secara lebih luas.&#xD;
Oleh karena itu solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah memberikan&#xD;
pemahaman teknologi proses produksi Tempe sesuai dengan GMP, khususnya terkait 1) Mesin&#xD;
dan peralatan produksi, 2) Bahan produksi, 3) Pengawasan proses produksi dan 4) Produk akhir&#xD;
belum sepenuhnya memenuhi kaidah GMP. Solusi ini dipilih karena kegiatan lanjutan ini dapat&#xD;
lenih membuka wawasan pengrajin tempe. Dengan adanya kegiatan ini, maka data dipetakan&#xD;
pengerajin yang belum memenuhi kaidah GMP, dan bila ada yang memenuhi kaidah GMP,&#xD;
maka dapat dijadikan percontohan bagi masyarakat di Kampung tempe.&#xD;
Pengabdian ini dilakukan di Kampus ITI dan Kelurahan Kedaung Kecamatan Pamulang&#xD;
Kota Tangerang Selatan selama empat bulan. Waktu pelaksanaan adalah dimulai bulan Mei&#xD;
hingga September 2021. Responden yang dipilih ada 8 dan masing-masing memiliki kondisi&#xD;
yang berbeda-beda terkait ketiga aspek yang dikaji.&#xD;
Hasil analisis di lapang menunjukkan bahwa terkait faktor Mesin dan Peralatan, hanya&#xD;
12.5% yang mesin/peralatannya dilengkapi dengan alat pengatur dan pengendali kelembaban,aliran&#xD;
udara dan perlengkapan lainnya yang mempengaruhi keamanan pangan olahan. Untuk aspek&#xD;
lain dari mesin dan peralatan dapat memenuhi kaidah GMP. Tekait faktor Bahan yang&#xD;
Digunakan, hanya 50% yang tidak dalam bentuk formula dasar bahan yang digunakan, yang&#xD;
menyebutkan jenis dan persyaratan mutu bahan, sedangkan aspek lain memenuhi kaidah GMP.&#xD;
Sementara itu, untuk faktor Pengawasan Proses, banyak aspek yang belum memenuhi kaidah&#xD;
GMP, bahkan ada beberapa aspek dari faktor proses pengolahan yang sam sekali tidak ataupun&#xD;
belum dipenuhi. Aspek yang belum terpenuhi adalah petunjuk tahap-tahap proses produksi&#xD;
secara terinci, data jumlah produk yang diperoleh untuk satu kali proses produksi dan&#xD;
memformulasikan persyaratan-persyaratan yang berhubungan dengan bahan baku,&#xD;
komposisi,proses pengolahan dan distribusi. Selain itu, belum melakukan pmemeliharaan&#xD;
catatan mengenai bahan yang digunakan, penggunaan alat-alat pelindung seperti baju kerja, topi dan&#xD;
sepatu karet serta selalu mencuci tangan sebelum masuk tempat produksi, dan iradiasi pangan olahan&#xD;
harus memenuhi persyaratanyangdikeluarkanolehinstansikompeten.&#xD;
Tahap berikutnya adalah perlunya dilakukan penyuluhan dan penjelasan kepada&#xD;
pengrajin tempe, terutama untuk yang berhubungan dengan faktor Pengawasan Proses. Hal&#xD;
tersebut penting, karena masih banyak yang belum memahami faktor Pengawasan Proses dalam&#xD;
GMP, sehingga diharapkan pada masa yang akan datang akan lebih banyak pengrajin tempe&#xD;
yang melakukan pengawasan prosesnya dengan baik, sesuai GMP.
Description: LAPORAN KEGIATAN BINA LINGKAR KAMPUS (BLK)</summary>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PELATIHAN HIDROPONIK DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERANGGAN KOTA TANGERANG SELATAN</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/852" />
    <author>
      <name>Irianto, Heru</name>
    </author>
    <author>
      <name>Saragih, Raskita</name>
    </author>
    <author>
      <name>Leonita, Shinta</name>
    </author>
    <author>
      <name>Octasylva, Annuridya Rosyidta Pratiwi</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/852</id>
    <updated>2021-09-14T06:54:29Z</updated>
    <published>2021-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PELATIHAN HIDROPONIK DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KERANGGAN KOTA TANGERANG SELATAN
Authors: Irianto, Heru; Saragih, Raskita; Leonita, Shinta; Octasylva, Annuridya Rosyidta Pratiwi
Abstract: Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan ditetapkan&#xD;
sebagai Kampung Ekowisata yang dulunya merupakan wilayah agraris karena sebagian&#xD;
besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun, saat ini&#xD;
keterbatasan lahan pertanian menjadi salah satu kendala seiring dengan meningkatnya&#xD;
pembangunan. Kendala lainnya yaitu masyarakat yang masih kurang paham tentang&#xD;
pengetahuan dan keterampilan dalam teknik cara menaman dengan metode lain tanpa&#xD;
harus memiliki lahan yang luas salah satunya yaitu budidaya tanaman dengan sistem&#xD;
hidroponik.&#xD;
Hidroponik adalah suatu budidaya menanam dengan mamakai (memanfaatkan)&#xD;
air tanpa memakai tanah dan menekankan penambahan kebutuhan nutrisi untuk tanaman.&#xD;
Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada&#xD;
budidaya dengan memakai media tanah. Hidroponik memakai air yang lebih efisien, jadi&#xD;
sangat cocok diterapkan pada daerah/ di tempat yang mempunyai pasokan air yang&#xD;
terbatas.&#xD;
Tren bercocok tanam dengan sistem hidroponik agaknya mulai digandrungi dan&#xD;
diminati masyarakat khususnya di daerah perkotaan. Lahan yang minim serta proses&#xD;
bercocok tanam yang mudah, menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak kalangan&#xD;
masyarakat yang mulai memanfaatkan ruang kosong di sekitar rumahnya untuk disulap&#xD;
menjadi modul-modul (instalasi peralatan tanam) hidroponik.&#xD;
Maksud dilaksanakannya Pelatihan Hidroponik ini adalah untuk memberikan&#xD;
pengetahuan dasar teknik budidaya tanaman sayuran secara hidroponik yang dilakukan&#xD;
pada skala rumah tangga. Sedangkan tujuan dari dilaksanakannya Pelatihan Hidroponik&#xD;
Skala Rumah Tangga adalah untuk: (1) Memberikan Pengetahuan Dasar Teknik&#xD;
Budidaya Secara Hidroponik; (2) Memberikan Pengetahuan Berbagai Macam Sistem&#xD;
Hidroponik; (3) Memberikan Pengetahuan Dasar tentang Nutrisi Hidroponik; dan (4)&#xD;
Memberikan Pengetahuan tentang Analisa Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik.&#xD;
Metodologi yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan hidroponik skala rumah&#xD;
tangga dilakukan dengan metode sebagai berikut : (1) Pertemuan tatap muka untuk&#xD;
memberikan teori budidaya yang dilakukan secara hidroponik dengan materi yang terdiri&#xD;
atas: a. Pengetahuan Dasar Hidroponik, b. Pengenalan Media Tanam Hidroponik, c.&#xD;
Pengenalan Hidroponik, dan d. Pengetahuan Dasar Nutrisi Hidroponik; (2) Praktek&#xD;
langsung yang dilakukan oleh seluruh peserta pelatihan yang terdiri atas; a. Praktek&#xD;
menyemai benih hidroponik, b. Praktek membuat sistem hidroponik sederhana, c.&#xD;
Praktek melarutkan nutrisi hidroponik, dan d. Praktek membuat instalasi hidroponik.&#xD;
Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa: (a) Laporan Akhir; (b) Standar Operasional&#xD;
Prosedur Budidaya dengan Teknik dan Sistem Hidroponik; (c) Artikel Ilmiah dan (d)&#xD;
Paket Teknologi Tepat Guna Teknik Budidaya Tanaman dengan Sistem Hidroponik.
Description: LAPORAN KEGIATAN BINA LINGKAR KAMPUS (BLK)</summary>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

