<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/817" />
  <subtitle />
  <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/817</id>
  <updated>2026-03-10T11:27:42Z</updated>
  <dc:date>2026-03-10T11:27:42Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Peningkatan Kualitas Pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) Pada Stainless Steel</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2953" />
    <author>
      <name>Rupajati, Pathya</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2953</id>
    <updated>2025-03-12T06:23:03Z</updated>
    <published>2025-02-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Peningkatan Kualitas Pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) Pada Stainless Steel
Authors: Rupajati, Pathya
Abstract: Proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) merupakan salah satu teknik pengelasan yang&#xD;
umum digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri manufaktur dan konstruksi, untuk&#xD;
menyambungkan bahan logam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter&#xD;
pengelasan GMAW terhadap kualitas sambungan las pada material stainless steel. Dalam&#xD;
penelitian ini, variasi parameter yang diuji meliputi arus listrik, kecepatan las, dan jenis gas&#xD;
pelindung yang digunakan. Variable respon yang diamati adalah pengujian tarik, struktur makro,&#xD;
struktur mikro. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan arus listrik dan kecepatan las dapat&#xD;
memengaruhi sifat mekanik sambungan las, seperti kekuatan tarik, ketangguhan, serta kualitas&#xD;
visual dari sambungan las.</summary>
    <dc:date>2025-02-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISA PENGARUH PENGOPERASIAN LOW TEMPERATURE ECONOMIZER (LTE) TERHADAP EFISIENSI DI PLTU KALBAR-1</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2950" />
    <author>
      <name>TUAPETEL, VICTOR</name>
    </author>
    <author>
      <name>ARIFIN, ADE</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2950</id>
    <updated>2025-03-12T04:18:12Z</updated>
    <published>2025-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISA PENGARUH PENGOPERASIAN LOW TEMPERATURE ECONOMIZER (LTE) TERHADAP EFISIENSI DI PLTU KALBAR-1
Authors: TUAPETEL, VICTOR; ARIFIN, ADE
Abstract: PLTU Kalbar-1 terletak di Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan&#xD;
Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat. PLTU&#xD;
Kalbar-1 memiliki kapasitas DMN 2x100 MW dan merupakan bagian dari Proyek Strategis&#xD;
Nasional Program 35.000 MW. PLTU Kalbar-1 merupakan PLTU dengan type Pulverized&#xD;
Coal Boiler dan merupakan pembangkit listrik terbesar di Provinsi Kalimantan Barat.&#xD;
PLTU Kalbar-1 merupakan sedikit dari pembangkit listrik yang dilengkapi dengan Low&#xD;
Temperature Economizer (LTE) tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dengan&#xD;
memanfaatkan flue gas sisa pembakaran di Boiler. Akan tetapi pengoperasian Low&#xD;
Temperature Economizer (LTE) juga memiliki potensi menyebabkan terjadinya gangguan&#xD;
apabila terjadi kebocoran. Apabila Low Temperature Economizer (LTE) tidak terpasang&#xD;
maka akan penurunan final feedwater temperature, dari 252,30 oC menjadi 172,12 oC (sama&#xD;
dengan penurunan heat rate sebesar 71,80 kCal/kWh), serta adanya penurunan auxiliary&#xD;
power consumption pada LTE Pump sebesar 0,082 MW (sama dengan peningkatan heat&#xD;
rate sebesar 2,18 kCal/kWh) dan penurunan auxiliary power consumption pada Induced&#xD;
Draught Fan sebesar 0,317 MW (sama dengan peningkatan heat rate sebesar 8,29&#xD;
kCal/kWh). Secara akumulasi maka akan terjadi deviasi efisiensi sebesar 2,4% atau sama&#xD;
dengan 61,33 kCal/kWh dari Net Unit Heat rate (NUHR) base line. Selain itu dengan&#xD;
tidak terpasangnya Low Temperature Economizer (LTE) akan menaikan flue gas&#xD;
temperature yang akan melewati stack dari rata-rata 99,86 oC menjadi 140,57 oC.</summary>
    <dc:date>2025-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perancangan sasis karavan menggunakan software elemen  hingga</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2889" />
    <author>
      <name>Rasyid, Kurniadi</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2889</id>
    <updated>2025-03-04T02:22:41Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Perancangan sasis karavan menggunakan software elemen  hingga
Authors: Rasyid, Kurniadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan melakukan analisa perancangan sasis karavan menggunakan&#xD;
software elemen. Alat yang dirancang harus seefisien mungkin dengan biaya yang tidak&#xD;
besar namun mampu menahan beban tanpa perubahan bentuk atau rusak. Model desain&#xD;
dianalisis. menggunakan metode perhitungan manual dan software. Analisis difokuskan&#xD;
pada jenis bahan yang biasa digunakan. Pada model desain yang dibuat kemudian di&#xD;
analisa tegangan dan lendutan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan material dan&#xD;
dimensi yang ada dapat digunakan untuk merancang, ini dilihat dari kekuatan menahan&#xD;
beban. Material rangka yang dipakai Steel, Mild, Welded. Hasil tegangan maksimum yang&#xD;
terjadi adalah 78 Mpa (𝑁/𝑚𝑚2). Dengan memperhatikan tegangan luluh 207 𝑁/𝑚𝑚2&#xD;
maka material steel mild ini aman digunakan untuk alat pelindung diri. Besar deformasi&#xD;
maksimum yang terjadi adalah 1.6 mm dan masih memenuhi persyaratan kekakuan yang&#xD;
diinginkan. Dilihat dari tingkat keamanan yang diatas 5.9 maka desain ini aman&#xD;
digunakan.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KOEFISIEN KONKORDANSI KENDAL DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2883" />
    <author>
      <name>Samosir, Perak</name>
    </author>
    <author>
      <name>Mahesa Fitriadhy, Galih</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/2883</id>
    <updated>2025-03-03T04:34:40Z</updated>
    <published>2025-02-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KOEFISIEN KONKORDANSI KENDAL DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Authors: Samosir, Perak; Mahesa Fitriadhy, Galih
Abstract: Dalam prosedur pemecahan permasalahan, individu akan memiliki beberapa alternatif&#xD;
yang bisa dipilih. Tetapi perlu diingat bahwa setiap alternatif akan memiliki dampaknya masing&#xD;
masing. Seorang individu juga diasumsikan bahwa ia akan memilih sebuah keputusan agar dapat&#xD;
memaksimalkan kepuasan pada pemenuhan keinginan secara rasional.&#xD;
Pengambilan keputusan (decision making) adalah sebuah mekanisme dalam melakukan&#xD;
penilaian dan menyeleksi sebuah/beberapa pilihan. Ketetapan pengambilan keputusan&#xD;
dirumuskan setelah menjalani beberapa proses perhitungan rasional dan peninjauan alternatif.&#xD;
Sebelum kesimpulan dirumuskan dan dilaksanakan, terdapat beberapa jenjang tahapan yang&#xD;
harus dilalui oleh si pembuat keputusan. Jenjang tahapan tersebut mungkin dapat meliputi&#xD;
rekognisi permasalahan dasar, menyiapkan putusan alternatif yang dapat dipilih, lalu mencapai&#xD;
fase pemilihan keputusan terbaik.&#xD;
Terkadang masalah yang dihadapi dalam pengambilan keputusan adalah menyelaraskan&#xD;
pendapat atau penilaian beberapa pakar atau juri yang memberikan peringkat kepada subyek atau&#xD;
obyek tertentu. Dalam kasus seperti ini harus digunakan metode pengambil keputusan yang&#xD;
dapat melihat kekonsistenan atau kesesuaan pendapat dari para pakar atau juri tersebut.&#xD;
Kemudian secara statistika perlu diuji kekonsistenan tersebut.&#xD;
Salah satu metode pengambilan keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP)&#xD;
yang pengambilan keputusannya didasarkan pada konsistensi jawaban para pakar/juri.&#xD;
Konsistensi kombinasi jawaban dari para pakar diukur dengan nilai consistency ratio (CR). Jika&#xD;
nilai CR &gt; 0,1 dikatakan tidak konsisten dan jika nilai CR &lt; 0,1 dikatakan konsisten.&#xD;
AHP telah diterapkan oleh penulis dalam kegiatan Penentuan Produk Unggulan Daerah&#xD;
Kota Tangerang Selatan. Level struktur hirarki yang dianalisis adalah Level Kriteria dan Level&#xD;
Produk Unggulan. Data AHP adalah jawaban kuesioner dari 5 (lima) orang responden pakar.&#xD;
Konsistensi jawaban dari kelima orang pakar diukur dengan nilai consistency ratio (CR). Jika&#xD;
nilai CR &gt; 0,1 dikatakan tidak konsisten dan jika nilai CR &lt; 0,1 dikatakan konsisten.&#xD;
Tahapan akhir adalah menguji kesesuaian jawaban kelima orang pakar dengan&#xD;
menggunakan Uji Koefisien Konkordansi Kendall W. Hipotesis nol adalah tidak ada kesesuaian&#xD;
dari jawaban kelima orang pakar tersebut lawan hipotesis alternatif bahwa ada kesesuaian. Jika&#xD;
nilai-p dari uji lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 maka hipotesis nol ditolak dan dapat&#xD;
dikatakan terdapat kesesuaian dari jawaban kelima orang pakar tersebut. Jika nilai-p dari uji&#xD;
lebih besar dari taraf signifikansi α =0,05 maka hipotesis nol diterima dan dapat dikatakan tidak&#xD;
terdapat kesesuaian dari jawaban kelima orang pakar tersebut.&#xD;
Dari hasil pengolahan data menggunakan metode AHP, untuk level kriteria diperoleh&#xD;
nilai CR = 0,02 dan untuk level produk unggulan diperoleh nilai CR = 0,02. Kedua nilai ini lebih&#xD;
kecil dari 0,1. Maka disimpulkan bahwa terdapat kekonsistenan penilaian kelima pakar dalam&#xD;
kegiatan Penentuan Produk Unggulan Daerah Kota Tangerang Selatan.&#xD;
Dari hasil pengolahan data menggunakan koefisien konkordansi Kendall W, diperoleh&#xD;
bahwa hasil pengujian terhadap kesesuaian jawaban responden pakar memberikan nilai-p =&#xD;
0,064 untuk level kriteria dan nilai-p = 0,353 untuk level produk unggulan. Kedua nilai ini lebih&#xD;
besar dari taraf signifikansi α = 0,05. Maka disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian dalam&#xD;
penilaian kelima orang pakar dalam kegiatan Penentuan Produk Unggulan Daerah Kota&#xD;
Tangerang Selatan.</summary>
    <dc:date>2025-02-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

