<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Community:</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/443" />
  <subtitle />
  <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/443</id>
  <updated>2026-03-10T21:19:11Z</updated>
  <dc:date>2026-03-10T21:19:11Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135" />
    <author>
      <name>Haryo Nugroho, Budi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Garniati Rahayu, Riana</name>
    </author>
    <author>
      <name>Handayani, Novia</name>
    </author>
    <author>
      <name>Muzhaffar Adib, Dzaki</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3135</id>
    <updated>2026-03-10T07:55:27Z</updated>
    <published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisa Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan Permukiman di Wilayah Utara Tangerang
Authors: Haryo Nugroho, Budi; Garniati Rahayu, Riana; Handayani, Novia; Muzhaffar Adib, Dzaki
Abstract: Peningkatan jumlah penduduk di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang yang diiringi dengan&#xD;
meningkatnya jumlah kebutuhan ruang bermukim yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan&#xD;
menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan yang layak untuk permukiman.&#xD;
Kebutuhan analisis perhitungan daya dukung dan daya tamping untuk mempersiapkan&#xD;
kebutuhan lahan kawasan permukiman di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan&#xD;
untuk menghitung potensi daya dukung dan kapasitas daya tampung lahan permukiman untuk&#xD;
20 tahun yang akan datang. Metode kuantitatif deskriptif dan spasial merupakan metode&#xD;
analisis dalam penelitian ini yang menggunakan teknik perhitungan Satuan Kemampuan Lahan&#xD;
(SKL) dan analisis berbasis GIS. Dari penelitian ini, hasil menunjukkan bahwa dari segi daya&#xD;
dukung lahan, kawasan studi saat ini masih mencukupi untuk menampung pertumbuhan&#xD;
permukiman. Analisis daya tampung juga menunjukkan kapasitas yang relatif masih memadai,&#xD;
meskipun perlu diimbangi dengan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dan pemenuhan&#xD;
infrastruktur dasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kawasan permukiman&#xD;
di Kecamatan Mauk, Kecamatan Kemiri dan Kecamatan Sukadiri masih memungkinkan,&#xD;
dengan catatan adanya perencanaan berbasis lingkungan. Kajian lebih lanjut disarankan untuk&#xD;
memperhitungkan faktor yang berfokus terhadap ketersediaan dan kualitas air dan melakukan&#xD;
kajian dengan data-data terbaru.</summary>
    <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130" />
    <author>
      <name>Madjid, Kusmalinda</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sukardi, Febiyanti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Salma Kurniawan, Najwa</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rifat Garnida Gunandi, Muhammad</name>
    </author>
    <author>
      <name>Attala Putra, Rayhan</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nashwa Fawziya, Syifa</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rizqi, Miftahul</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3130</id>
    <updated>2026-03-10T02:07:20Z</updated>
    <published>2026-02-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kajian Pemetaan Sosial untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat di Tangerang Selatan. Studi Kasus: Kampung Bambu Kuning, Kecamatan Pondok Aren
Authors: Madjid, Kusmalinda; Sukardi, Febiyanti; Salma Kurniawan, Najwa; Rifat Garnida Gunandi, Muhammad; Attala Putra, Rayhan; Nashwa Fawziya, Syifa; Rizqi, Miftahul
Abstract: Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan urban sering kali&#xD;
muncul dari inisiatif lokal yang tumbuh secara organik. Penelitian ini mengkaji&#xD;
fenomena Kampung Bambu Kuning di Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang telah&#xD;
ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai salah satu "Kampung Tematik" dengan&#xD;
keunikan subkultur pesepeda. Fokus utama penelitian ini adalah merumuskan&#xD;
kerangka perencanaan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism)&#xD;
yang mengintegrasikan potensi lokal, dinamika sosial, dan aktivitas ekonomi yang&#xD;
berkembang di sepanjang jalur gowes.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan&#xD;
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan&#xD;
pemetaan sosial melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku&#xD;
usaha lokal untuk memetakan aspirasi komunitas. Analisis difokuskan pada bagaimana&#xD;
interaksi sosial antara warga asli, pendatang, dan wisatawan pesepeda urban&#xD;
membentuk identitas ruang yang unik di tengah keterbatasan akses fisik akibat&#xD;
infrastruktur perkotaan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Bambu Kuning memiliki&#xD;
modal sosial yang kuat berupa kohesi warga yang tinggi dan keterbukaan terhadap&#xD;
pendatang. Potensi wisata utama terletak pada "Ruang Ketiga" (third space) berupa&#xD;
warung-warung singgah yang menjadi titik kumpul yang terintegrasi dengan hunian&#xD;
warga, serta vegetasi bambu kuning yang menjadi identitas visual kawasan. Strategi&#xD;
pengembangan yang direkomendasikan adalah model perencanaan partisipatif yang&#xD;
bertahap, meliputi penguatan kelembagaan informal, penataan ruang dengan&#xD;
intervensi ringan (light intervention), dan penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah&#xD;
tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Kampung Tematik ini&#xD;
sangat bergantung pada kemampuan komunitas dalam menjaga keseimbangan antara&#xD;
fungsi hunian dan aktivitas wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara&#xD;
inklusif tanpa mengabaikan kenyamanan sosial warga setempat.</summary>
    <dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kajian Integrasi Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang Koridor Ekosistem RIMBA</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3124" />
    <author>
      <name>Medtry, Medtry</name>
    </author>
    <author>
      <name>Karenina, Anna</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3124</id>
    <updated>2026-03-09T07:29:38Z</updated>
    <published>2026-03-03T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kajian Integrasi Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang Koridor Ekosistem RIMBA
Authors: Medtry, Medtry; Karenina, Anna</summary>
    <dc:date>2026-03-03T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Karakteristik Kondisi Kampung Kreatif Tempe dan Bambu Kuning di Kota Tangerang Selatan</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3113" />
    <author>
      <name>Lestari, Forina</name>
    </author>
    <author>
      <name>Madjid, Kusmalinda</name>
    </author>
    <author>
      <name>Salma Kurniawan, Najwa</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nashwa Fawziya, Syifa</name>
    </author>
    <id>http://repository.iti.ac.id/jspui/handle/123456789/3113</id>
    <updated>2026-02-02T02:01:44Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Karakteristik Kondisi Kampung Kreatif Tempe dan Bambu Kuning di Kota Tangerang Selatan
Authors: Lestari, Forina; Madjid, Kusmalinda; Salma Kurniawan, Najwa; Nashwa Fawziya, Syifa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kondisi Kampung&#xD;
Kreatif Tempe dan Bambu Kuning yang berlokasi di Kelurahan Kedaung,&#xD;
Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari upaya&#xD;
pengembangan kawasan berbasis komunitas dan ekonomi lokal. Kampung ini&#xD;
dikenal sebagai sentra industri rumah tangga tempe yang telah berkembang sejak&#xD;
tahun 2016 dan memiliki potensi ekonomi, sosial, serta lingkungan yang signifikan.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods)&#xD;
dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data&#xD;
dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan&#xD;
lokal, studi pustaka, dokumentasi, serta pemetaan wilayah. Analisis difokuskan&#xD;
pada aspek kelembagaan, fisik dan lingkungan, kependudukan dan sosial budaya,&#xD;
penggunaan lahan, perumahan dan permukiman, prasarana, serta transportasi.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Tempe memiliki kekuatan utama&#xD;
pada aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga yang didukung oleh kelembagaan&#xD;
lokal berupa koperasi, kondisi perumahan yang relatif layak, serta infrastruktur&#xD;
dasar yang cukup memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa&#xD;
permasalahan, antara lain keterbatasan pengelolaan limbah cair produksi tempe,&#xD;
rendahnya aktivitas kelembagaan sosial non-ekonomi, serta belum optimalnya&#xD;
integrasi kampung kreatif sebagai destinasi edukasi dan wisata lokal. Berdasarkan&#xD;
analisis SWOT, penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola&#xD;
kelembagaan, peningkatan kualitas lingkungan melalui pengelolaan limbah&#xD;
berkelanjutan, serta pengembangan Kampung Tempe sebagai kawasan kreatifedukatif yang terintegrasi dengan perencanaan wilayah Kota Tangerang Selatan.&#xD;
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Kampung Kreatif Tempe memiliki&#xD;
potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pengembangan kawasan berbasis&#xD;
komunitas apabila didukung oleh kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang&#xD;
berkelanjutan.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

